<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328</id><updated>2011-07-28T21:46:06.775-07:00</updated><category term='Profil Teladan'/><category term='Film'/><title type='text'>.:: Wafi's Blog ::.</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-3328236128903581819</id><published>2009-06-05T19:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T19:16:29.845-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Ibnu Khaldun</title><content type='html'>Ibnu Khaldun&lt;br /&gt;Peletak dasar ilmu sosiologi modern pertama di dunia &lt;br /&gt;Seorang sarjana sosiologi dari Italia, Gumplowiez, melalui &lt;br /&gt;penelitiannya yang cukup panjang berpendapat. "Kami ingin membuktikan &lt;br /&gt;bahwa sebelum Auguste Comte (1798-1857 M), dan Giovani Batista Vico &lt;br /&gt;(1668-1744),... &lt;span class="fullpost"&gt; telah datang seorang muslim yang tunduk pada ajaran agamnya. Dia telah mempelajari gejala-geejala sosial dengan akalnya &lt;br /&gt;yang cemerlang. Apa yang ditulisnya itulah yang kini kita sebut &lt;br /&gt;sosiologi. (Gumplowicz, Ibnu Khaldun ein, arabischersoziologe des 14 &lt;br /&gt;Jahrundert. Dalam 'Sociologigsche Essays', pp.201-202). &lt;br /&gt;Abdurrhaman Abu Zaid Waliuddin Bin Khaldun atau lebih dikenal Ibnu &lt;br /&gt;Khaldun, adalah seorang cendikiawan besar di zamannya. Dialah &lt;br /&gt;pencipta ilmu sosiologi modern, sebelum ilmuwan Eropa mengenal &lt;br /&gt;sosiologi, lewat bukunya yang terkenal Muqaddimah. Ilmu Khaldun juga &lt;br /&gt;seorang politisi ulung. Di antaranya ia pernah menduduki kursi &lt;br /&gt;perdana menteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqaddimah Ibnu Khaldun tentu sudah sangat ketinggalan jika disamakan &lt;br /&gt;dengan karya-karya sosiologi termodern di penghujung abad ini. Namun &lt;br /&gt;jika dirunut kapan Muqaddimah lahir, tentu banyak orang akan &lt;br /&gt;terkesima. Siapa sangka karya ilmiah yang mampu menggambarkan &lt;br /&gt;persoalan-persoalan serta gejala masyarakat seperti yang telah &lt;br /&gt;dilakukan oleh ilmuwan masa kini semisal Durkheim melalui karyanya &lt;br /&gt;Les regles de la Methode Sociologigue itu, nyatanya sudah pernah &lt;br /&gt;ditulis Ibnu Khaldun seratus tahun yang lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, satu abad yang lalu Ibnu Khaldun telah mampu memilah-milah &lt;br /&gt;ciri-ciri khas persoalan yang ada di masyarakat. Hal lain yang telah &lt;br /&gt;mampu dilakukannya adalah aturan-aturan tentang politik. Mencakup &lt;br /&gt;masalah pemerintahan, mengikat kesatuan kedaulatannya, serta ciri &lt;br /&gt;khas yang dimiliki oleh kedaulatan, hak-hak, kewajiban serta &lt;br /&gt;bagaimana diplomasi terhadap antar negara dan seterusnya. &lt;br /&gt;Studi Ibnu Khaldun juga telah membahas pengaruh geografis. Bahkan di &lt;br /&gt;Muqaddimah-nya Ibnu Khaldun membahas letak geografis beserta &lt;br /&gt;pengaruhnya. Menurutnya, tidak satupun dari gejala sosial yang tidak &lt;br /&gt;ditempatkannya dalam hubungan dengan letak bumi dalam bentuk &lt;br /&gt;tertentu. Menurut Ibnu Khaldun, letak geografis merupakan faktor &lt;br /&gt;penyebab timbulnya perbedaan warna kulit, bentuk tubuh, &lt;br /&gt;kecenderungan, aktivitasnya, perbedaan adat, ilmu pengetahuan serta &lt;br /&gt;akhlaknya. Baginya, letak geografis tadi mempunyai pengaruh terhadap &lt;br /&gt;tradisi, kebiasaan, adat, ekonomi, ilmu pengetahuan, politik, ekonomi &lt;br /&gt;dan seluruh watak kesatuan sosial. (Muqaddimah, hal 275-344). &lt;br /&gt;Barangkali karena disiplin studi ini masih sangat baru dan langka, &lt;br /&gt;sehingga banyak ilmuwan terkenal yang kemudian menirunya. Di &lt;br /&gt;antaranya adalah ilmuwan Prancis Montesquieu (1689-1755 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui bukunya yang terkenal L'Esprit des Lois, dia menulis secara &lt;br /&gt;berlebihan tentang pengaruh letak bumi pada ihwal manusia.&lt;br /&gt;Ibnu Khaldun juga meneliti tentang pengaruh pimpinan terhadap &lt;br /&gt;perkembangan sosial masyarakat. Dalam Muqaddimah dia menyatakan bahwa &lt;br /&gt;penyebab masyarakat berkembang karena perbedaan peraturan pemerintah &lt;br /&gt;dan suksesi kepemimpinan yang ada. Teorinya ini dianggap mendekati &lt;br /&gt;teori yang dilakukan psokolog dan sosiolog modern seperti Maqdogal &lt;br /&gt;dari Inggris dan Tard dari Prancis. Dari kecanggihan ilmunya itulah &lt;br /&gt;sampai detik ini orang mengakuinya sebagai peletak dasar ilmu &lt;br /&gt;sosiologi modern pertama di dunia melalui pendekatan pragmatis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khaldun dilahirkan di Tunisia pada awal Ramadhan tahun 732 H &lt;br /&gt;atau pada 27 Mei tahun 1333. Terlahir dengan nama lengkap Abdurrhaman &lt;br /&gt;Abu Zaid Waliuddin Bin Khaldun. Abdurrhaman adalah nama panggilan &lt;br /&gt;keluarganya dan Abu Zaid adalah gelarnya. Sedang Waliuddin adalah &lt;br /&gt;nama populernya. Lantas jika ia lebih dikenal dengan nama Ibnu &lt;br /&gt;Kaldun, karena dihubungkan dengan garis kakeknya yang kesembilan &lt;br /&gt;yaitu Khalid bin Ustman. Dialah orang pertama dari marga ini yang &lt;br /&gt;memasuki Andalusia bersama para penakluk dari bangsa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarganya berasal dari Hadramaut (kini Yaman) dan silsilahnya &lt;br /&gt;sampai kepada seorang sahabat Nabi saw bernama Wail Hujr dari Kabilah &lt;br /&gt;Kindah. Salah seorang cucu Wail, Khalid bin Usman, memasuki darah &lt;br /&gt;Andalusia bersama orang-orang Arab penakluk pada awal abad ke-3 H (ke-&lt;br /&gt;9 M). Kemudian anak cucu Khalid bin Usman membentuk satu keluarga &lt;br /&gt;besar dengan nama Bani Khaldun. Dari bani inilah asal nama Ibnu Khaldun. &lt;br /&gt;Bani lahir dan berkembang di kota Qarmunah (kini Carmona) di &lt;br /&gt;Andalusia (Spanyol) sebelum hijrah ke kota Isybilia (Sevila). Di kota &lt;br /&gt;yang terakhir ini Bani Khaldun berhasil menduduki beberapa jabatan &lt;br /&gt;penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kecil Ibnu Kaldun sudah menghapal al-Quran dan mempelajari &lt;br /&gt;tajwid. Gurunya yang pertama adalah ayahnya sendiri. Waktu itu &lt;br /&gt;Tunisia menjadi pusat hijrahnya para ulama dan sastrawan dari negara-&lt;br /&gt;negara Maghrib. Andalusia yang mengalami kekacauan akibat perebutan &lt;br /&gt;kekuasaan. Disamping belajar al-Quran pada ayahnya sendiri, Ibnu &lt;br /&gt;Khaldun belajar dari guru-gurunya mendalami qiraat Yaa'kub, ilmu &lt;br /&gt;syariat, tafsir, hadist, ushul, tauhid dan fiqih bermazhabkan Imam &lt;br /&gt;Maliki. Disamping itu dia juga mempelajari ilmu-ilmu bahasa, seperti &lt;br /&gt;bahasa nahwu, sharaf, balaghah, dan kesusastraan. Mempelajari logika, &lt;br /&gt;filsafat, serta ilmu-ilmu fisika dan matematika.&lt;br /&gt;Dalam berbagai bidang ilmunya itu Ibnu Khaldun selalu membuat takjub &lt;br /&gt;guru-gurunya. Di antara gurunya yang banyak membentuk watak Ibnu &lt;br /&gt;Khaldun adalah Muhammad bin Abdil Muhaimin bin Abdi l-Muhaimin al-&lt;br /&gt;Hadlrami. Saking cerdasnya Ibnu Khaldun, sampai-sampai setiap apa &lt;br /&gt;yang dipelajarinya selalu mendapat nilai yang sangat memuaskan dari &lt;br /&gt;guru-gurunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 749 H studinya terhenti akibat terjangkitnya penyakit pes di &lt;br /&gt;sebagaian besar belahan dunia bagian timur dan bagian barat, meliputi &lt;br /&gt;negara-negara Islam di Samarkand, Maghribi hingga Italia. Sebagain &lt;br /&gt;besar negara-negara Eropa dan Andalus. Banyak korban akibat dari &lt;br /&gt;penyakit yang sedang melanda itu. Disebutkan, di Tunis, negeri dimana &lt;br /&gt;Ibnu Khaldun bertempat, ketika itu hampir seribu dua ratus jiwa rata-&lt;br /&gt;rata meninggal. Di tempat ini dia kehilangan gurunya Abnu Abdil &lt;br /&gt;Muhaimin. Dari kejadian ini banyak di antara guru dan syeikh-syikhnya &lt;br /&gt;yang lari menyelamatkan diri menuju Maghrib Jauh (Maroko) bersama &lt;br /&gt;Sultannya Abul Hasan, penguasa daulah Bani Maryin waktu itu (750). &lt;br /&gt;Dari kejadian ini menyebabkan Ibnu Khaldun tidak mampu melanjutkan &lt;br /&gt;studinya. Dan kondisi merubah segala-galanya. Karena situasinya &lt;br /&gt;berubah, guru-gurunya sudah lari satu persatu, yang ada cuma sepi. &lt;br /&gt;Maka jalan yang bisa ditempuh Ibnu Khaldun tidak lain adalah mencari &lt;br /&gt;kesibukan kerja serta mengikuti jejak kakeknya untuk terjun ke dunia &lt;br /&gt;politik. Berkat komunikasinya dengan tokoh-tokoh dan ulama terkemuka &lt;br /&gt;setempat telah banyak membantunya mencapai jabatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERJUN KE DUNIA POLITIK. Kesibukan menjadi pejabat dimulai tahun 750 &lt;br /&gt;H (1350 M), setelah terjangkitnya penyakit pes. Di usianya yang baru &lt;br /&gt;21 tahun, Ibnu Khaldun diangkat sebagai sekretaris kesultanan Dinasti &lt;br /&gt;Hafs, al-Fadl di Tunisia. Tetapi kemudian dia berhenti karena &lt;br /&gt;penguasa yang didukungnya itu kalah perang pada tahun 753 H. Lalu dia &lt;br /&gt;pun hijrah di Baskarah, sebuah kota di Maghrib Tengah (Aljazair). &lt;br /&gt;Dari sana ia berusaha bertemu dengan Sultan Abu Anan, penguasa Bani &lt;br /&gt;Marin yang sedang berada di Tilmisan (ibu kota Maghrib Tengah) dan &lt;br /&gt;berusaha untuk menarik simpati dari Sultan. Tahun 755 H, baru &lt;br /&gt;kemudian dia diangkat menjadi anggota Majelis Ilmu Pengetahuan dan &lt;br /&gt;setahun kemudian menjadi sekretaris Sultan. Dengan dua kali diselingi &lt;br /&gt;pemenjaraannya, jabatan itu didudukinya sampai tahun 763 H (1316-1362 &lt;br /&gt;M), ketika Wazir Umar bin Abdillah murka kepadanya dan &lt;br /&gt;memerintahkannya untuk meninggalkan negeri itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 764 H, ia berangkat ke Granada. Oleh Sultan Bani Ahmar, ia &lt;br /&gt;diberi tugas menjadi duta negara di Castilla (sebuah kerajaan &lt;br /&gt;berpenduduk Kristen yang berpusat di Sevilla) yang membuahkan hasil &lt;br /&gt;dengan gemilang. Akan tetapi setelah itu hubungannya dengan Sultan &lt;br /&gt;agak retak. Selanjutnya tahun 766 H (1364 M) dia pergi ke Bijayah &lt;br /&gt;(pesisir Laut Tengah di Al Jazair) atas undangan penguasa Bani Hafs, &lt;br /&gt;Abu Abdillah Muhammad, yang kemudian mengangkatnya menjadi perdana &lt;br /&gt;menteri dan khatib. Setahun kemudian Bijayah jatuh pada Sultan Abul &lt;br /&gt;Abbas Ahmad, Gubernur Qasanthinah (sebuah kota di Aljazair). Pada &lt;br /&gt;penguasa baru ini Ibnu Khaldun menduduki pada jabatan yang sama, &lt;br /&gt;namun tidak lama setelah itu dia pergi ke Baskarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Baskarah ia berkirim surat kepada Abu Hammu, Sultan Tilmisan &lt;br /&gt;dari Bani Abdil Wad. Kepada Sultan ia menjanjikan dukungan. Oleh &lt;br /&gt;Sultan kemudian dia diberi jabatan sangat penting namun ditolaknya. &lt;br /&gt;Sebab, dia ingin melanjutkan studi yang telah lama terhenti. Tetapi &lt;br /&gt;ia bersedia kampanye mendukung Abu Hammu. Setelah berhasil ia baru &lt;br /&gt;berangkat ke Tilmisan. Tatkala Abu Hammu ditaklukkan Sultan Abul Aziz &lt;br /&gt;(Bani Marin), Ibnu Khaldun beralih berpihak kepada Abdul Aziz dan &lt;br /&gt;tinggal di Baskarah. Namun dalam waktu singkat, Tilmisan kembali &lt;br /&gt;direbut Abu Hammu. Maka Ibnu Khaldun menyelamatkan diri ke Fez (774 H). &lt;br /&gt;Ketika Fez direbut Sultan Abul Abbas Ahmad (776 H), Ibnu Khaldun &lt;br /&gt;pergi ke Granada untuk kedua kalinya. Tetapi Sultan Abul Abbas Ahmad &lt;br /&gt;melarangnya tinggal di daerah kekuasaannya. Akhirnya Ibnu Khaldun &lt;br /&gt;kembali ke Tilmisan. Sesampai di Tilmisan dia masih diterima dengan &lt;br /&gt;baik oleh Abu Hammu, meskipun ia sudah pernah bersalah pada penguasa &lt;br /&gt;Tilmisan itu. Ia berjanji untuk tidak terjun lagi pada dunia politik. &lt;br /&gt;Akhirnya Ibnu Khaldun menyepi di Qal'at Ibnu Salamah dan menetap di &lt;br /&gt;sana sampai 780 H (1378 M). Di sinilah dia memulai aktif dalam dunia &lt;br /&gt;mengarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGHASILKAN KARYA-KARYA LEGENDARIS. &lt;br /&gt;Ibnu Khaldun memulai karyanya &lt;br /&gt;menumental yang pertama, Kitab al-Ibar wa Diwan al-Mubtada' wa al-&lt;br /&gt;Khabar fi Ayyam al-Arab wa al-Ajam wa al-Barbar, atau kitab al-'Ibar &lt;br /&gt;(sejarah umum) yang berisi 7 jilid. Terbitan Cairo di tahun 1284. &lt;br /&gt;Saat itu usiannya mencapai 40 tahun. Kitab legendaris itu didahului &lt;br /&gt;oleh sebuah pembahasan tentang masalah-masalah sosial menusia, yang &lt;br /&gt;kemudian dikenal dengan Muqaddimah Ibnu Khaldun, yang terdiri dari &lt;br /&gt;pengantar sepanjang tujuh halaman dan sebuah pendahuluan kecil yang &lt;br /&gt;dinamai Ibnu Khaldun:Pendahuluan tentang Keutamaan Ilmu Sejarah &lt;br /&gt;sepanjang tiga puluh halaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqaddimah berisi tentang jalan menuju pembahasan ilmu-ilmu sosial. &lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam sejarah Islam, Ibnu Khaldun dipandang sebagai &lt;br /&gt;peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Menurut pendapatnya &lt;br /&gt;politik tidak dapat dipisah dengan kebudayaan, dan masyarakat. Bahkan &lt;br /&gt;pada saat itu Ibnu Khaldun sudah mampu melakukan klafisikasi &lt;br /&gt;masyarakat seperti ilmu sosiologi modern (saat ini). Menurutnya &lt;br /&gt;masyarakat itu dibedakan antara masyarakat kota (badawah) dan &lt;br /&gt;masyarakat desa (hadarah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khaldun juga melakukan spesialisasi ilmu. Menurutnya Studi Islam &lt;br /&gt;itu terdiri dari 'ulum tabi'yyah (meliputi mantiq atau logika, hisab, &lt;br /&gt;aritmatika, geometri atau handasah, astronomi atau alhaia, kedokteran &lt;br /&gt;atau tib, pertanian atau al-falahah) dan 'ulum naqliyah(meliputi &lt;br /&gt;agama dan syariat, Al-Qur'an, fikih, kalam atau teologi, serta &lt;br /&gt;tasawuf) . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 780 H (1378 M), Ibnu Khaldun kembali ke tanah airnya, Tunisia &lt;br /&gt;untu studi pustaka. Dengan menelah beberapa kitab sebagai bahan &lt;br /&gt;koreksi atas bukunya al-Ibar. Tahun 784 H dia berangkat ke Cairo. Di &lt;br /&gt;sana kedatangannya disambut para ulama dan penduduk setempat dengan &lt;br /&gt;rasa suka cita. Setelah itu di Al-Azhar dia membentuk sebuah halaqah, &lt;br /&gt;memberi ceramah ilmiah dan memberi kuliah. Dua tahun setelah itu raja &lt;br /&gt;menunjukkan menjadi dosen dalam ilmu fikih Mazhab Maliki di Madrasah &lt;br /&gt;al-Qamhiyah. Selanjutnya dia diangkat menjadi pengadilan kerajaan. &lt;br /&gt;Tetapi setahun kemudian keluarganya mendapat musibah. Kapal yang &lt;br /&gt;membawa istri dan anak-anaknya tenggelam setelah merapat di &lt;br /&gt;Iskandariah. Maka dia mengundurkan diri dari jabatannya, tetapi raja &lt;br /&gt;mengangkatnya kembali menjadi dosen di beberapa madrasah termasuk di &lt;br /&gt;Khanqah Beibers, semacam tarekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 789 (1387 M) dia menunaikan ibadah haji lalu kembali ke Cairo. &lt;br /&gt;Setahun berikutnya raja mengangkatnya sebagai ketua penga- dilan &lt;br /&gt;namun tidak lama setelah itu dia mengundurkan diri. Tahun 803 H (1401 &lt;br /&gt;M) ia ikut menemani Sultan ke Damascus dalam satu pasukan untuk &lt;br /&gt;menahan serangan pasukan Timur Lenk, penguasa Mogul. Setelah kembali &lt;br /&gt;ke Cairo dia kembali ditunjuk untuk mendu- duki jabatan ketua &lt;br /&gt;pengadilan kerajaan, dan tetap dalam jabatan itu sampai ia dipanggil &lt;br /&gt;ke rahmatullah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-3328236128903581819?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/3328236128903581819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/ibnu-khaldun.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/3328236128903581819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/3328236128903581819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/ibnu-khaldun.html' title='Ibnu Khaldun'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-1214562634948762500</id><published>2009-06-05T19:03:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T19:11:05.162-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Ibnu Abbas</title><content type='html'>Ibnu Abbas, Profil Ulama Pencinta Ilmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin nama Ibnu Abbas bukanlah nama asing di telinga umat Islam. Dia adalah sahabat Rasulullah sekaligus keluarga dekat yang menguasai Al-Qur`an dan maknanya. Dia menguasai Al-Qur`an sampai ke dasar-dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama sebenarnya adalah Abdullah bin Abbas, putra paman Rasulullah Saw., Abbas bin Abdul Muthalib. Dia lahir tiga tahun sebelum hijrah. Ketika Rasulullah Saw. wafat, Ibnu Abbas baru berumur 13 tahun. Dalam usia remaja itu, dia telah mampu menghafal 1660 hadits. Hadits-hadits itulah yang mengikat hati-hati kaum Muslimin menjadi satu ikatan hingga kini. Hadits-hadits Rasulullah Saw. yang dihafal Ibnu Abbas banyak dicatat oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahih mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak usia enam tahun, Ibnu Abbas telah tinggal bersama Rasulullah. Dia menyediakan air wudhu beliau bila hendak shalat. Ibnu Abbas juga selalu shalat di belakang Rasulullah. Kemana pun Rasulullah Saw. pergi, Ibnu Abbas hampir selalu menyertainya. Segala peristiwa yang dialami Nabi Saw. direkam dalam hati dan pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika Rasulullah Saw. hendak melaksanakan shalat, Ibnu Abbas seperti biasa menyediakan air wudhu buat beliau. Rasulullah amat senang. Tatkala hendak memulai shalat, beliau memberi isyarat agar Ibnu Abbas berdiri di sampingnya. Tapi Ibnu Abbas berdiri di belakangnya. Usai shalat, beliau menoleh dan bertanya kepada Ibnu Abbas, "Mengapa engkau tidak berdiri disampingku." Ibnu Abbas menjawab, "Anda sangat tinggi dalam pandanganku dan amat mulia. Tak pantas aku berdiri disamping anda." Lalu Rasulullah Saw. berdoa, "Ya Allah, berilah dia hikmah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengabulkan doa Rasulallah, dan memberi Ibnu Abbas hikmah. Ilmu hikmah yang dikuasai Ibnu Abbas melebihi para ahli hikmah yang ada saat itu. Dengan kedalaman ilmunya itu, Ibnu Abbas berhasil mengembalikan sekitar 20.000 kaum Muslimin yang sebelumnya memusuhi Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telah diberikan ilmu hikmah, Ibnu Abbas tak pernah berhenti menuntut ilmu. Bila seseorang menyampaikan sebuah hadits yang diterima dari salah seorang sahabat, maka ia mendatangi orang itu ke rumahnya untuk menanyakan hal itu. Ibnu Abbas berprinsip, "ilmu harus didatangi, bukan ilmu yang mendatangi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalaman ilmu Ibnu Abbas diakui oleh beberapa ulama besar. Masruq bin Ajda, seorang ulama Tabi'in berkata, "Wajah Ibnu Abbas sangat elok. Bila berbicara sangat fasih. Dan bila menyampaikan hadits, dia sangat ahli dalam bidang itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengamalkan ilmunya itu, Ibnu Abbas menjadikan rumahnya sebagai majelis ilmu kaum Muslimin. Setiap orang yang mau mempelajari Al-Qur`an diundangnya masuk. Begitu pun dengan ilmu-ilmu lainnya, seperti Tafsir Al-Qur`an dan Ta'wilnya, ilmu Fara`id, Sastra Arab, Ilmu Fiqih, dan lain-lain. Setiap pertanyaan dijawab secara detil, lengkap dengan dalil-dalilnya. (sh)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-1214562634948762500?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/1214562634948762500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/ibnu-abbas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/1214562634948762500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/1214562634948762500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/ibnu-abbas.html' title='Ibnu Abbas'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-1490058146017679153</id><published>2009-06-05T19:01:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T19:03:42.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>HARUN YAHYA</title><content type='html'>HARUN YAHYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  yang  beranggapan  bahwa  untuk  "berpikir  secara  mendalam",&lt;br /&gt;seseorang  perlu  memegang  kepala dengan kedua telapak tangannya, dan&lt;br /&gt;menyendiri  di  sebuah  ruangan  yang  sunyi,  jauh dari keramaian dan&lt;br /&gt;segala  urusan  yang  ada.  Sungguh, mereka telah menganggap "berpikir&lt;br /&gt;secara  mendalam"  sebagai  sesuatu  yang memberatkan dan menyusahkan.&lt;br /&gt;Mereka  berkesimpulan  bahwa  pekerjaan  ini  hanyalah  untuk kalangan&lt;br /&gt;"filosof".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal,   sebagaimana   telah  disebutkan  dalam  pendahuluan,  Allah&lt;br /&gt;mewajibkan manusia untuk berpikir secara mendalam atau merenung. Allah&lt;br /&gt;berfirman  bahwa  Al-Qur'an diturunkan kepada manusia untuk dipikirkan&lt;br /&gt;atau direnungkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini  adalah  sebuah  kitab  yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan&lt;br /&gt;berkah  supaya  mereka  memperhatikan  (merenungkan)  ayat-ayatnya dan&lt;br /&gt;supaya  mendapat  pelajaran  orang-orang  yang mempunyai pikiran" (QS.&lt;br /&gt;Shaad, 38: 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  ditekankan  di sini adalah bahwa setiap orang hendaknya berusaha&lt;br /&gt;secara ikhlas sekuat tenaga dalam meningkatkan kemampuan dan kedalaman&lt;br /&gt;berpikir.&lt;br /&gt;Sebaliknya,   orang-orang  yang  tidak  mau  berusaha  untuk  berpikir&lt;br /&gt;mendalam  akan  terus-menerus  hidup dalam kelalaian yang sangat. Kata&lt;br /&gt;kelalaian mengandung arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ketidakpedulian   (tetapi   bukan   melupakan),  meninggalkan,  dalam&lt;br /&gt;kekeliruan,  tidak menghiraukan, dalam kecerobohan". Kelalaian manusia&lt;br /&gt;yang  tidak berpikir adalah akibat melupakan atau secara sengaja tidak&lt;br /&gt;menghiraukan  tujuan  penciptaan  diri  mereka  serta kebenaran ajaran&lt;br /&gt;agama.  Ini  adalah  jalan  hidup  yang  sangat  berbahaya  yang dapat&lt;br /&gt;menghantarkan  seseorang  ke  neraka.  Berkenaan  dengan hal tersebut,&lt;br /&gt;Allah  memperingatkan  manusia  agar  tidak  termasuk  dalam  golongan&lt;br /&gt;orang-orang yang lalai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan  sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan&lt;br /&gt;rasa  takut,  dan  dengan  tidak  mengeraskan suara, di waktu pagi dan&lt;br /&gt;petang,  dan  janganlah  kamu  termasuk  orang-orang yang lalai." (QS.&lt;br /&gt;Al-A'raaf, 7: 205)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika&lt;br /&gt;segala  perkara  telah  diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka&lt;br /&gt;tidak (pula) beriman." (QS. Maryam, 19: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkan tentang mereka yang berpikir secara&lt;br /&gt;sadar,  kemudian  merenung  dan  pada akhirnya sampai kepada kebenaran&lt;br /&gt;yang  menjadikan  mereka  takut  kepada  Allah. Sebaliknya, Allah juga&lt;br /&gt;menyatakan  bahwa  orang-orang  yang  mengikuti  para pendahulu mereka&lt;br /&gt;secara  taklid  buta  tanpa  berpikir, ataupun hanya sekedar mengikuti&lt;br /&gt;kebiasaan  yang  ada,  berada  dalam  kekeliruan. Ketika ditanya, para&lt;br /&gt;pengekor  yang  tidak mau berpikir tersebut akan menjawab bahwa mereka&lt;br /&gt;adalah  orang-orang  yang  menjalankan agama dan beriman kepada Allah.&lt;br /&gt;Tetapi  karena  tidak  berpikir,  mereka  sekedar melakukan ibadah dan&lt;br /&gt;aktifitas  hidup  tanpa  disertai  rasa takut kepada Allah. Mentalitas&lt;br /&gt;golongan ini sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah:  "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya,&lt;br /&gt;jika kamu mengetahui?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu&lt;br /&gt;tidak ingat?"&lt;br /&gt;Katakanlah:  "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya&lt;br /&gt;'Arsy yang besar?"&lt;br /&gt;Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu&lt;br /&gt;tidak bertakwa?"&lt;br /&gt;Katakanlah:  "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala&lt;br /&gt;sesuatu  sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi&lt;br /&gt;dari (adzab)-Nya, jika kamu mengetahui?"&lt;br /&gt;Mereka   akan   menjawab:   "Kepunyaan   Allah."  Katakanlah:  "(Kalau&lt;br /&gt;demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu (disihir)?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya   Kami   telah   membawa   kebenaran  kepada  mereka,  dan&lt;br /&gt;sesungguhnya  mereka  benar-benar  orang-orang  yang  berdusta."  (QS.&lt;br /&gt;Al-Mu'minuun, 23: 84-90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir dapat membebaskan seseorang dari belenggu sihir&lt;br /&gt;Dalam  ayat  di atas, Allah bertanya kepada manusia, "…maka dari jalan&lt;br /&gt;manakah  kamu  ditipu  (disihir)?.  Kata disihir atau tersihir di sini&lt;br /&gt;mempunyai  makna  kelumpuhan  mental  atau akal yang menguasai manusia&lt;br /&gt;secara  menyeluruh.  Akal  yang tidak digunakan untuk berpikir berarti&lt;br /&gt;bahwa   akal   tersebut   telah  lumpuh,  penglihatan  menjadi  kabur,&lt;br /&gt;berperilaku  sebagaimana  seseorang  yang  tidak  melihat kenyataan di&lt;br /&gt;depan  matanya,  sarana yang dimiliki untuk membedakan yang benar dari&lt;br /&gt;yang  salah  menjadi  lemah.  Ia tidak mampu memahami sebuah kebenaran&lt;br /&gt;yang  sederhana  sekalipun.  Ia tidak dapat membangkitkan kesadarannya&lt;br /&gt;untuk   memahami   peristiwa-peristiwa  luar  biasa  yang  terjadi  di&lt;br /&gt;sekitarnya.   Ia   tidak   mampu   melihat  bagian-bagian  rumit  dari&lt;br /&gt;peristiwa-peristiwa  yang  ada. Apa yang menyebabkan masyarakat secara&lt;br /&gt;keseluruhan  tenggelam  dalam  kehidupan yang melalaikan selama ribuan&lt;br /&gt;tahun  serta  menjauhkan diri dari berpikir sehingga seolah-olah telah&lt;br /&gt;menjadi sebuah tradisi adalah kelumpuhan akal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh   sihir  yang  bersifat  kolektif  tersebut  dapat  dikiaskan&lt;br /&gt;sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah permukaan bumi terdapat sebuah lapisan mendidih yang dinamakan&lt;br /&gt;magma,  padahal  kerak  bumi sangatlah tipis. Tebal lapisan kerak bumi&lt;br /&gt;dibandingkan  keseluruhan  bumi  adalah  sebagaimana  tebal kulit apel&lt;br /&gt;dibandingkan  buah  apel  itu  sendiri.  Ini  berarti bahwa magma yang&lt;br /&gt;membara  tersebut  demikian dekatnya dengan kita, dibawah telapak kaki&lt;br /&gt;kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang mengetahui bahwa di bawah permukaan bumi ada lapisan yang&lt;br /&gt;mendidih  dengan  suhu yang sangat panas, tetapi manusia tidak terlalu&lt;br /&gt;memikirkannya.  Hal  ini  dikarenakan  para  orang tua, sanak saudara,&lt;br /&gt;kerabat,  teman,  tetangga, penulis artikel di koran yang mereka baca,&lt;br /&gt;produser acara-acara TV dan professor mereka di universitas tidak juga&lt;br /&gt;memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkanlah  kami  mengajak anda berpikir sebentar tentang masalah ini.&lt;br /&gt;Anggaplah  seseorang  yang  telah  kehilangan  ingatan  berusaha untuk&lt;br /&gt;mengenal  sekelilingnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada&lt;br /&gt;setiap  orang  di sekitarnya. Pertama-tama ia menanyakan tempat dimana&lt;br /&gt;ia  berada.  Apakah  kira-kira  yang  akan  muncul di benaknya apabila&lt;br /&gt;diberitahukan  bahwa  di bawah tempat dia berdiri terdapat sebuah bola&lt;br /&gt;api  mendidih  yang dapat memancar dan berhamburan dari permukaan bumi&lt;br /&gt;pada  saat  terjadi  gempa  yang  hebat atau gunung meletus? Mari kita&lt;br /&gt;berbicara  lebih  jauh  dan anggaplah orang ini telah diberitahu bahwa&lt;br /&gt;bumi  tempat  ia  berada  hanyalah  sebuah planet kecil yang mengapung&lt;br /&gt;dalam  ruang  yang  sangat  luas,  gelap  dan hampa yang disebut ruang&lt;br /&gt;angkasa.  Ruang  angkasa  ini memiliki potensi bahaya yang lebih besar&lt;br /&gt;dibandingkan  materi  bumi  tersebut,  misalnya:  meteor-meteor dengan&lt;br /&gt;berat berton-ton yang bergerak dengan leluasa di dalamnya. Bukan tidak&lt;br /&gt;mungkin  meteor-meteor  tersebut  bergerak  ke  arah bumi dan kemudian&lt;br /&gt;menabraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustahil orang ini mampu untuk tidak berpikir sedetikpun ketika berada&lt;br /&gt;di tempat yang penuh dengan bahaya yang setiap saat mengancam jiwanya.&lt;br /&gt;Ia  pun akan berpikir pula bagaimana mungkin manusia dapat hidup dalam&lt;br /&gt;sebuah  planet  yang  sebenarnya  senantiasa  berada  di ujung tanduk,&lt;br /&gt;sangat  rapuh  dan  membahayakan nyawanya. Ia lalu sadar bahwa kondisi&lt;br /&gt;ini  hanya  terjadi  karena  adanya  sebuah sistim yang sempurna tanpa&lt;br /&gt;cacat  sedikitpun. Kendatipun bumi, tempat ia tinggal, memiliki bahaya&lt;br /&gt;yang  luar  biasa besarnya, namun padanya terdapat sistim keseimbangan&lt;br /&gt;yang  sangat  akurat  yang  mampu  mencegah bahaya tersebut agar tidak&lt;br /&gt;menimpa manusia. Seseorang yang menyadari hal ini, memahami bahwa bumi&lt;br /&gt;dan  segala  makhluk  di  atasnya dapat melangsungkan kehidupan dengan&lt;br /&gt;selamat   hanya   dengan   kehendak   Allah,  disebabkan  oleh  adanya&lt;br /&gt;keseimbangan alam yang sempurna dan tanpa cacat yang diciptakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh  di  atas  hanyalah satu diantara jutaan, atau bahkan trilyunan&lt;br /&gt;contoh-contoh  yang  hendaknya  direnungkan oleh manusia. Di bawah ini&lt;br /&gt;satu  lagi contoh yang mudah-mudahan membantu dalam memahami bagaimana&lt;br /&gt;"kondisi   lalai"  dapat  mempengaruhi  sarana  berpikir  manusia  dan&lt;br /&gt;melumpuhkan kemampuan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia  mengetahui  bahwa  kehidupan  di  dunia  berlalu dan berakhir&lt;br /&gt;sangat  cepat.  Anehnya, masih saja mereka bertingkah laku seolah-olah&lt;br /&gt;mereka   tidak   akan  pernah  meninggalkan  dunia.  Mereka  melakukan&lt;br /&gt;pekerjaan seakan-akan di dunia tidak ada kematian. Sungguh, ini adalah&lt;br /&gt;sebuah bentuk sihir atau mantra yang terwariskan secara turun-temurun.&lt;br /&gt;Keadaan  ini  berpengaruh sedemikian besarnya sehingga ketika ada yang&lt;br /&gt;berbicara  tentang  kematian,  orang-orang  dengan segera menghentikan&lt;br /&gt;topik   tersebut   karena  takut  kehilangan  sihir  yang  selama  ini&lt;br /&gt;membelenggu  mereka  dan  tidak  berani menghadapi kenyataan tersebut.&lt;br /&gt;Orang  yang  mengabiskan  seluruh  hidupnya  untuk  membeli rumah yang&lt;br /&gt;bagus,  penginapan  musim  panas,  mobil  dan  kemudian  menyekolahkan&lt;br /&gt;anak-anak  mereka  ke  sekolah  yang bagus, tidak ingin berpikir bahwa&lt;br /&gt;pada  suatu  hari mereka akan mati dan tidak akan dapat membawa mobil,&lt;br /&gt;rumah, ataupun anak-anak beserta mereka. Akibatnya, daripada melakukan&lt;br /&gt;sesuatu untuk kehidupan yang hakiki setelah mati, mereka memilih untuk&lt;br /&gt;tidak berpikir tentang kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,  cepat  atau  lambat setiap manusia pasti akan menemui ajalnya.&lt;br /&gt;Setelah  itu,  percaya  atau  tidak,  setiap orang akan memulai sebuah&lt;br /&gt;kehidupan   yang   kekal.  Apakah  kehidupannya  yang  abadi  tersebut&lt;br /&gt;berlangsung  di  surga  atau di neraka, tergantung dari amal perbuatan&lt;br /&gt;selama  hidupnya  yang  singkat di dunia. Karena hal ini adalah sebuah&lt;br /&gt;kebenaran  yang  pasti  akan terjadi, maka satu-satunya alasan mengapa&lt;br /&gt;manusia  bertingkah  laku  seolah-olah mati itu tidak ada adalah sihir&lt;br /&gt;yang  telah  menutup atau membelenggu mereka akibat tidak berpikir dan&lt;br /&gt;merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang tidak dapat membebaskan diri mereka dari sihir dengan&lt;br /&gt;cara  berpikir, yang mengakibatkan mereka berada dalam kelalaian, akan&lt;br /&gt;melihat  kebenaran  dengan  mata  kepala mereka sendiri setelah mereka&lt;br /&gt;mati, sebagaimana yang diberitakan Allah kepada kita dalam Al-Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya  kamu  berada  dalam  keadaan lalai dari (hal) ini, maka&lt;br /&gt;Kami   singkapkan   daripadamu  tutup  (yang  menutupi)  matamu,  maka&lt;br /&gt;penglihatanmu pada hari itu amat tajam." (QS. Qaaf, 50: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  ayat  di  atas penglihatan seseorang menjadi kabur akibat tidak&lt;br /&gt;mau  berpikir,  akan  tetapi  penglihatannya  menjadi tajam setelah ia&lt;br /&gt;dibangkitkan dari alam kubur dan ketika mempertanggung jawabkan segala&lt;br /&gt;amal perbuatannya di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu  digaris  bawahi  bahwa  manusia mungkin saja membiarkan dirinya&lt;br /&gt;secara   sengaja   untuk   dibelenggu   oleh  sihir  tersebut.  Mereka&lt;br /&gt;beranggapan  bahwa  dengan  melakukan hal ini mereka akan hidup dengan&lt;br /&gt;tentram.  Syukurlah  bahwa  ternyata sangat mudah bagi seseorang untuk&lt;br /&gt;merubah kondisi yang demikian serta melenyapkan kelumpuhan mental atau&lt;br /&gt;akalnya,  sehingga  ia  dapat  hidup  dalam kesadaran untuk mengetahui&lt;br /&gt;kenyataan. Allah telah memberikan jalan keluar kepada manusia; manusia&lt;br /&gt;yang  merenung  dan  berpikir akan mampu melepaskan diri dari belenggu&lt;br /&gt;sihir  pada  saat mereka masih di dunia. Selanjutnya, ia akan memahami&lt;br /&gt;tujuan  dan  makna  yang hakiki dari segala peristiwa yang ada. Ia pun&lt;br /&gt;akan  mampu  memahami  kebijaksanaan  dari  apapun yang Allah ciptakan&lt;br /&gt;setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dapat berpikir kapanpun dan dimanapun&lt;br /&gt;Berpikir  tidaklah  memerlukan  waktu,  tempat ataupun kondisi khusus.&lt;br /&gt;Seseorang  dapat  berpikir sambil berjalan di jalan raya, ketika pergi&lt;br /&gt;ke  kantor,  mengemudi  mobil,  bekerja  di depan komputer, menghadiri&lt;br /&gt;pertemuan  dengan  rekan-rekan, melihat TV ataupun ketika sedang makan&lt;br /&gt;siang.&lt;br /&gt;Misalnya:  di  saat  sedang mengemudi mobil, seseorang melihat ratusan&lt;br /&gt;orang  berada  di  luar. Ketika menyaksikan mereka, ia terdorong untuk&lt;br /&gt;berpikir   tentang   berbagai  macam  hal.  Dalam  benaknya  tergambar&lt;br /&gt;penampilan  fisik  dari  ratusan  orang yang sedang disaksikannya yang&lt;br /&gt;sama  sekali  berbeda satu sama lain. Tak satupun diantara mereka yang&lt;br /&gt;mirip  dengan  yang  lain. Sungguh menakjubkan: kendatipun orang-orang&lt;br /&gt;ini  memiliki  anggota  tubuh  yang sama, misalnya sama-sama mempunyai&lt;br /&gt;mata,  alis, bulu mata, tangan, lengan, kaki, mulut dan hidung; tetapi&lt;br /&gt;mereka terlihat sangat berbeda satu sama lain. Ketika berpikir sedikit&lt;br /&gt;mendalam, ia akan teringat bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menciptakan bilyunan manusia selama ribuan tahun, semuanya&lt;br /&gt;berbeda  satu dengan yang lain. Ini adalah bukti nyata tentang ke Maha&lt;br /&gt;Perkasaan dan ke Maha Besaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan manusia yang sedang lalu lalang dan bergegas menuju tempat&lt;br /&gt;tujuan  mereka  masing-masing,  dapat  memunculkan  beragam pikiran di&lt;br /&gt;benak  seseorang. Ketika pertama kali memandang, muncul di pikirannya:&lt;br /&gt;manusia  yang jumlahnya banyak ini terdiri atas individu-individu yang&lt;br /&gt;khas  dan unik. Tiap individu memiliki dunia, keinginan, rencana, cara&lt;br /&gt;hidup,  hal-hal  yang membuatnya bahagia atau sedih, serta perasaannya&lt;br /&gt;sendiri.  Secara  umum,  setiap  manusia  dilahirkan, tumbuh besar dan&lt;br /&gt;dewasa,  mendapatkan  pendidikan, mencari pekerjaan, bekerja, menikah,&lt;br /&gt;mempunyai  anak,  menyekolahkan  dan  menikahkan anak-anaknya, menjadi&lt;br /&gt;tua,  menjadi  nenek  atau  kakek  dan  pada akhirnya meninggal dunia.&lt;br /&gt;Dilihat  dari  sudut  pandang  ini,  ternyata  perjalanan  hidup semua&lt;br /&gt;manusia  tidaklah  jauh berbeda; tidak terlalu penting apakah ia hidup&lt;br /&gt;di  perkampungan  di  kota Istanbul atau di kota besar seperti Mexico,&lt;br /&gt;tidak  ada bedanya sedikitpun. Semua orang suatu saat pasti akan mati,&lt;br /&gt;seratus  tahun lagi mungkin tak satupun dari orang-orang tersebut yang&lt;br /&gt;akan masih hidup. Menyadari kenyataan ini, seseorang akan berpikir dan&lt;br /&gt;bertanya  kepada  dirinya  sendiri:  "Jika  kita semua suatu hari akan&lt;br /&gt;mati,  lalu  apakah  gerangan yang menyebabkan manusia bertingkah laku&lt;br /&gt;seakan-akan  mereka  tak akan pernah meninggalkan dunia ini? Seseorang&lt;br /&gt;yang  akan  mati sudah sepatutnya beramal secara sungguh-sungguh untuk&lt;br /&gt;kehidupannya   setelah  mati;  tetapi  mengapa  hampir  semua  manusia&lt;br /&gt;berkelakuan   seolah-olah  hidup  mereka  di  dunia  tak  akan  pernah&lt;br /&gt;berakhir?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang  yang  memikirkan  hal-hal  semacam ini lah yang dinamakan orang&lt;br /&gt;yang  berpikir  dan  mencapai kesimpulan yang sangat bermakna dari apa&lt;br /&gt;yang ia pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar manusia tidak berpikir tentang masalah kematian dan apa&lt;br /&gt;yang  terjadi  setelahnya. Ketika mendadak ditanya,"Apakah yang sedang&lt;br /&gt;anda  pikirkan  saat  ini?",  maka  akan  terlihat bahwa mereka sedang&lt;br /&gt;memikirkan   segala   sesuatu   yang   sebenarnya  tidak  perlu  untuk&lt;br /&gt;dipikirkan,  sehingga tidak akan banyak manfaatnya bagi mereka. Namun,&lt;br /&gt;seseorang bisa juga "berpikir" hal-hal yang "bermakna", "penuh hikmah"&lt;br /&gt;dan  "penting"  setiap  saat  semenjak  bangun tidur hingga kembali ke&lt;br /&gt;tempat tidur, dan mengambil pelajaran ataupun kesimpulan dari apa yang&lt;br /&gt;dipikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  Al-Qur'an,  Allah  menyatakan  bahwa  orang-orang  yang beriman&lt;br /&gt;memikirkan  dan  merenungkan  secara mendalam segala kejadian yang ada&lt;br /&gt;dan mengambil pelajaran yang berguna dari apa yang mereka pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya  dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya&lt;br /&gt;malam  dan  siang  terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,&lt;br /&gt;(yaitu)  orang-orang  yang  mengingat  Allah sambil berdiri atau duduk&lt;br /&gt;atau  dalam  keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan&lt;br /&gt;langit  dan  bumi  (seraya  berkata):  "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau&lt;br /&gt;menciptakan  ini  dengan  sia-sia,  Maha Suci Engkau, maka peliharalah&lt;br /&gt;kami dari siksa neraka." (QS. Aali 'Imraan, 3: 190-191).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat  di  atas  menyatakan  bahwa oleh karena orang-orang yang beriman&lt;br /&gt;adalah  mereka  yang  berpikir, maka mereka mampu melihat hal-hal yang&lt;br /&gt;menakjubkan  dari ciptaan Allah dan mengagungkan Kebesaran, Ilmu serta&lt;br /&gt;Kebijaksanaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir dengan ikhlas sambil menghadapkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;Agar   sebuah   perenungan   menghasilkan   manfaat   dan   seterusnya&lt;br /&gt;menghantarkan  kepada  sebuah  kesimpulan  yang  benar, maka seseorang&lt;br /&gt;harus  berpikir positif. Misalnya: seseorang melihat orang lain dengan&lt;br /&gt;penampilan  fisik yang lebih baik dari dirinya. Ia lalu merasa dirinya&lt;br /&gt;rendah  karena  kekurangan  yang ada pada fisiknya dibandingkan dengan&lt;br /&gt;orang  tersebut yang tampak lebih rupawan. Atau ia merasa iri terhadap&lt;br /&gt;orang  tersebut. Ini adalah pikiran yang tidak dikehendaki Allah. Jika&lt;br /&gt;ridha Allah yang dicari, maka seharusnya ia menganggap bagusnya bentuk&lt;br /&gt;rupa  orang  yang  ia  lihat  sebagai  wujud  dari  ciptaan Allah yang&lt;br /&gt;sempurna.  Dengan  melihat orang yang rupawan sebagai sebuah keindahan&lt;br /&gt;yang  Allah  ciptakan  akan  memberikannya  kepuasan. Ia berdoa kepada&lt;br /&gt;Allah  agar menambah keindahan orang tersebut di akhirat. Sedang untuk&lt;br /&gt;dirinya   sendiri,  ia  juga  meminta  kepada  Allah  agar  dikaruniai&lt;br /&gt;keindahan   yang  hakiki  dan  abadi  di  akhirat  kelak.  Hal  serupa&lt;br /&gt;seringkali  dialami  oleh  seorang  hamba yang sedang diuji oleh Allah&lt;br /&gt;untuk  mengetahui  apakah dalam ujian tersebut ia menunjukkan perilaku&lt;br /&gt;serta pola pikir yang baik yang diridhai Allah atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan  dalam  menempuh  ujian  tersebut,  yakni dalam melakukan&lt;br /&gt;perenungan  ataupun  proses  berpikir yang mendatangkan kebahagiaan di&lt;br /&gt;akhirat,  masih  ditentukan  oleh kemauannya dalam mengambil pelajaran&lt;br /&gt;atau  peringatan  dari  apa  yang  ia renungkan. Karena itu, sangatlah&lt;br /&gt;ditekankan  disini  bahwa  seseorang  hendaknya selalu berpikir secara&lt;br /&gt;ikhlas  sambil  menghadapkan  diri kepada Allah. Allah berfirman dalam&lt;br /&gt;Al-Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia  lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan&lt;br /&gt;menurunkan  untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran&lt;br /&gt;kecuali  orang-orang  yang  kembali (kepada Allah)." (QS. Ghaafir, 40:&lt;br /&gt;13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-1490058146017679153?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/1490058146017679153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/harun-yahya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/1490058146017679153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/1490058146017679153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/harun-yahya.html' title='HARUN YAHYA'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-17255298303940612</id><published>2009-06-05T18:57:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T19:00:54.112-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Fatimah binti Muhammad SAW</title><content type='html'>Fatimah adalah "ibu dari ayahnya." Dia adalah puteri yang&lt;br /&gt;mulia dari dua pihak, yaitu puteri pemimpin para makhluq Rasulullah&lt;br /&gt;SAW, Abil Qasim, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim.&lt;br /&gt;Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan perhatiannya pada&lt;br /&gt;ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlaq, adab,&lt;br /&gt;hasab dan nasab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fatimah lebih muda dari Zainab, isteri Abil Ash bin Rabi' dan&lt;br /&gt;Ruqayyah, isteri Utsman bin Affan. Juga dia lebih muda dari Ummu Kul-&lt;br /&gt;tsum. Dia adalah anak yang paling dicintai Nabi SAW sehingga beliau&lt;br /&gt;bersabda :"Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga&lt;br /&gt;menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku." [Ibnul&lt;br /&gt;Abdil Barr dalam "Al-Istii'aab"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Sesungguhnya dia adalah pemimpin wanita dunia dan penghuni&lt;br /&gt;syurga yang paling utama, puteri kekasih Robbil'aalamiin, dan ibu dari&lt;br /&gt;Al-Hasan dan Al-Husein. Az-Zubair bin Bukar berkata :"Keturunan Zainab&lt;br /&gt;telah tiada dan telah sah riwayat, bahwa Rasulullah SAW menyelimuti&lt;br /&gt;Fatimah dan suaminya serta kedua puteranya dengan pakaian seraya ber-&lt;br /&gt;kata :"Ya, Allah, mereka ini adalah ahli baitku. Maka hilangkanlah&lt;br /&gt;dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya." ["Siyar&lt;br /&gt;A'laamin Nubala', juz 2, halaman 88]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :"Datang Fatimah kepada&lt;br /&gt;Nabi SAW meminta pelayan kepadanya. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya :&lt;br /&gt;"Ucapkanlah :"Wahai Allah, Tuhan pemilik bumi dan Arsy yang agung.&lt;br /&gt;Wahai, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu yang menurunkan Taurat,&lt;br /&gt;Injil dan Furqan, yang membelah biji dan benih. Aku berlindung kepada-&lt;br /&gt;Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai nyawanya. Engkau-&lt;br /&gt;lah awal dan tiada sesuatu sebelum-Mu. Engkau-lah yang akhir dan tiada&lt;br /&gt;sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang batin dan tiada sesuatu di bawah-&lt;br /&gt;Mu. Lunaskanlah utangku dan cukupkan aku dari kekurangan." (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Inilah Fatimah binti Muhammad SAW yang melayani diri sendiri&lt;br /&gt;dan menanggung berbagai beban rumahnya. Thabrani menceritakan, bahwa&lt;br /&gt;ketika kaum Musyrikin telah meninggalkan medan perang Uhud, wanita-&lt;br /&gt;wanita sahabah keluar untuk memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin.&lt;br /&gt;Di antara mereka yang keluar terdapat Fatimah. Ketika bertemu Nabi SAW,&lt;br /&gt;Fatimah memeluk dan mencuci luka-lukanydengan air, sehingga darah&lt;br /&gt;semakin banyak yangk keluar. Tatkala Fatimah melihat hal itu, dia&lt;br /&gt;mengambil sepotong tikar, lalu membakar dan membubuhkannya pada luka&lt;br /&gt;itu sehingga melekat dan darahnya berhenti keluar." (HR. Syaikha dan&lt;br /&gt;Tirmidzi) Dalam kancah pertarungan yang dialami ut kita, tampaklah&lt;br /&gt;peranan puteri Muslim supaya menjadi teladan yang baik bagi pemudi&lt;br /&gt;Muslim masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pemimpin wanita penghuni Syurga Fatimah Az-Zahra', puteri Nabi&lt;br /&gt;SAW, di tengah-tengah pertempuran tidak berada dalam sebuah panggung&lt;br /&gt;yang besar, tetapi bekerja di antara tikaman-tikaman tombak dan pukulan-&lt;br /&gt;pukulan pedang serta hujan anak panah yang menimpa kaum Muslimin untuk&lt;br /&gt;menyampaikan makanan, obat dan air bagi para prajurit. Inilah gambaran&lt;br /&gt;lain dari pute sebaik-baik makhluk yang kami persembahkan kepadada para&lt;br /&gt;pengantin masa kini yang membebani para suami dengan tugas yang tidak&lt;br /&gt;dapat dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ali r.a. berkata :"Aku menikahi Fatimah, sementara kami tidak&lt;br /&gt;mempunyai alas tidur selain kulit domba untuk kami tiduri di waktu&lt;br /&gt;malam dan kami letakkan di atas unta untuk mengambil air di siang hari.&lt;br /&gt;Kami tidak mempunyai pembantu selain unta itu." Ketika Rasulullah SAW&lt;br /&gt;menikahkannya (Fatimah), belmengirimkannya (unta itu) bersama satu&lt;br /&gt;lembar kain dan bantal kulit berisi ijuk dan dua alat penggiling gandum,&lt;br /&gt;sebuah timba dan dua kendi. Fatimah menggunakan alat penggiling gandum&lt;br /&gt;itu hingga melecetkan tangannya dan memikul qirbah (tempat air dari kulit)&lt;br /&gt;berisi air hingga berbekas pada dadanya. Dia menyapu rumah hingga berdebu&lt;br /&gt;bajunya dan menyalakan api di bawah panci hingga mengotorinya juga. Inilah&lt;br /&gt;dia, Az-Zahra', ibu kedua cucu Rasulullah SAW :Al-Hasan dan Al-Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Fatimah selalu berada di sampingnya, maka tidaklah mengherankan&lt;br /&gt;bila dia meninggalkan bekas yang paling indah di dalam hatinya yang&lt;br /&gt;penyayang. Dunia selalu mengingat Fatimah, "ibu ayahnya, Muhammad", Al-&lt;br /&gt;Batuul (yang mencurahkan perhatiannya pada ibadah), Az-Zahra' (yang ce-&lt;br /&gt;merlang), Ath-Thahirah (yang suci), yang taat beribadah dan menjauhi&lt;br /&gt;keduniaan. Setiap merasa lapar, dia selalu sujud, dan setiap merasa payah,&lt;br /&gt;dia selalu berdzikir. Imam Muslim menceritakan kepada kita tentang keuta-&lt;br /&gt;maan-keutamaannya dan meriwayatkan dari Aisyah' r.a. dia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Pernah isteri-isteri Nabi SAW berkumpul di tempat Nabi SAW. Lalu&lt;br /&gt;datang Fatimah r.a. sambil berjalan, sedang jalannya mirip dengan jalan&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. Ketika Nabi SAW melihatnya, beliau menyambutnya seraya&lt;br /&gt;berkata :"Selamat datang, puteriku." Kemudian beliau mendudukkannya di&lt;br /&gt;sebelah kanan atau kirinya. Lalu dia berbisik kepadanya. Maka Fatimah&lt;br /&gt;menangis dengan suara keras. Ketika melihat kesedihannya, Nabi SAW ber-&lt;br /&gt;bisik kepadanya untuk kedua kalinya, maka Fatimah tersenyum. Setelah itu&lt;br /&gt;aku berkata kepada Fatimah :Rasulullah SAW telah berbisik kepadamu secara&lt;br /&gt;khusus di antara isteri-isterinya, kemudian engkau menangis!" Ketika Nabi&lt;br /&gt;SAW pergi, aku bertanya kepadanya :"Apa yang dikatakan Rasulullah SAW&lt;br /&gt;kepadamu ?" Fatimah menjawab :"Aku tidak akan menyiarkan rahasia Rasul&lt;br /&gt;Allah SAW." Aisyah berkata :"Ketika Rasulullah SAW wafat, aku berkata&lt;br /&gt;kepadanya :"Aku mohon kepadamu demi hakku yang ada padamu, ceritakanlah&lt;br /&gt;kepadaku apa  yang dikatakan Rasulullah SAW kepadamu itu ?" Fatimah pun&lt;br /&gt;menjawab :"Adapun sekarang, maka baiklah. Ketika berbisik pertama kali&lt;br /&gt;kepadaku, beliau mengabarkan kepadaku bahwa Jibril biasanya memeriksa&lt;br /&gt;bacaannya terhadap Al Qur'an sekali dalam setahun, dan sekarang dia&lt;br /&gt;memerika bacaannya dua kali. Maka, kulihat ajalku sudah dekat. Takutlah&lt;br /&gt;kepada Allah dan sabarlah. Aku adalah sebaik-baik orang yang mendahului-&lt;br /&gt;mu." Fatimah berkata :"Maka aku pun menangis sebagaimana yang engkau&lt;br /&gt;lihat itu. Ketika melihat kesedihanku, beliau berbisik lagi kepadaku,&lt;br /&gt;dan berkata :"Wahai, Fatimah, tidakkah engkau senang menjadi pemimpin&lt;br /&gt;wanita-wanita kaum Mu'min  atau ummat ini ?" Fatimah berkata :"Maka aku&lt;br /&gt;pun tertawa seperti yang engkau lihat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Inilah dia, Fatimah Az-Zahra'. Dia hidup dalam kesulitan, tetapi&lt;br /&gt;mulia dan terhormat. Dia telah menggiling gandum dengan alat penggiling&lt;br /&gt;hingg berbekas pada tangannya. Dia mengangkut air dengan qirbah hingga&lt;br /&gt;berbekas pada dadanya. Dan dia menyapu rumahnya hingg berdebu bajunya.&lt;br /&gt;Ali r.a. telah membantunya dengan melakukan pekerjaan di luar. Dia ber-&lt;br /&gt;kata kepada ibunya, Fatimah binti Asad bin Hasyim :"Bantulah pekerjaan&lt;br /&gt;puteri Rasulullah SAW di luar dan mengambil air, sedangkan dia akan men-&lt;br /&gt;cupimu bekerja di dalam rumah :yaitu membuat adonan tepung, membuat roti&lt;br /&gt;dan menggiling gandum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tatkala suaminya, Ali, mengetahui banyak hamba sahaya telah&lt;br /&gt;datang kepada Nabi SAW, Ali berkata kepada Fatimah, "Alangkah baiknya&lt;br /&gt;bila engkau pergi kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya." Kemudian&lt;br /&gt;Fatimah datang kepada Nabi SAW. Maka beliau bertanya kepadanya :"Apa&lt;br /&gt;sebabnya engkau datang, wahai anakku ?" Fatimah menjawab :"Aku datang&lt;br /&gt;untuk memberi salam kepadamu." Fatimah merasa malu untuk meminta&lt;br /&gt;kepadanya,&lt;br /&gt;lalu pulang. Keesokan harinya, Nabi SAW datang kepadanya, lalu bertanya :&lt;br /&gt;"Apakah keperluanmu ?" Fatimah diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ali r.a. lalu berkata :"Aku akan menceritakannya kepada Anda,&lt;br /&gt;wahai Rasululllah. Fatimah menggiling gandum dengan alat penggiling&lt;br /&gt;hingga melecetkan tangannya dan mengangkut qirbah berisi air hingga&lt;br /&gt;berbekas di dadanya. Ketika hamba sahaya datang kepada Anda, aku me-&lt;br /&gt;nyuruhnya agar menemui dan meminta pelayan dari Anda, yang bisa mem-&lt;br /&gt;bantunya guna meringankan bebannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kemudian Nabi SAW bersabda :"Demi Allah, aku tidak akan memberikan&lt;br /&gt;pelayan kepada kamu berdua, sementara aku biarkan perut penghuni Shuffah&lt;br /&gt;merasakan kelaparan. Aku tidak punya uang untuk nafkah mereka, tetapi aku&lt;br /&gt;jual hamba sahaya itu dan uangnya aku gunakan untuk nafkah mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Maka kedua orang itu pulang. Kemudian Nabi SAW datang kepada&lt;br /&gt;mereka&lt;br /&gt;ketika keduanya telah memasuki selimutnya. Apabila keduanya menutupi&lt;br /&gt;kepala,&lt;br /&gt;tampak kaki-kaki mereka, dan apabila menuti kaki, tampak kepala-kepala&lt;br /&gt;mereka. Kemudian mereka berdiri. Nabi SAW bersabda :"Tetaplah di tempat&lt;br /&gt;tidur kalian. Maukah kuberitahukan kepada kalian yang lebih baik daripada&lt;br /&gt;apa yang kalian minta dariku ?" Keduanya menjawab :"Iya." Nabi SAW&lt;br /&gt;bersabda:&lt;br /&gt;"Kata-kata yang diajarkan Jibril kepadaku, yaitu hendaklah kalian&lt;br /&gt;mengucap-&lt;br /&gt;kan : Subhanallah setiap selesai shalat 10 kali, Alhamdulillaah 10 kali&lt;br /&gt;dan Allahu Akbar 10 kali. Apabila kalian hendak tidur, ucapkan Subhanallah&lt;br /&gt;33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan takbir (Allahu akbar) 33 kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dalam mendidik kedua anaknya, Fatimah memberi contoh : Adalah&lt;br /&gt;Fatimah menimang-nimang anaknya, Al-Husein seraya melagukan :"Anakku&lt;br /&gt;ini mirip Nabi, tidak mirip dengan Ali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dia memberikan contoh kepada kita saat ayahandanya wafat. Ketika&lt;br /&gt;ayahnya menjelang wafat dan sakitnya bertambah berat, Fatimah berkata :&lt;br /&gt;"Aduh, susahnya Ayah !" Nabi SAW menjawab :"Tiada kesusahan atas Ayahanda&lt;br /&gt;sesudah hari ini." Tatkala ayahandanya wafat, Fatimah berkata :"Wahai,&lt;br /&gt;Ayah, dia telah memenuhi panggilang Tuhannya. Wahai, Ayah, di surfa&lt;br /&gt;Firdaus&lt;br /&gt;tempat tinggalnya. Wahai, Ayah, kepada Jibril kami sampaikan beritanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Fatimah telah meriwayatkan 18 hadits dari Nabi SAW. Di dalam&lt;br /&gt;Shahihain diriwayatkan satu hadits darinya yang disepakati oleh Bukhari&lt;br /&gt;dan Muslim dalam riwayat Aisyah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Tirmi-&lt;br /&gt;dzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud.  Ibnul Jauzi berkata :"Kami tidak&lt;br /&gt;mengetahui&lt;br /&gt;seorang pun di antara puteri-puteri Rasulullah SAW yang lebih banyak me-&lt;br /&gt;riwayatkan darinya selain Fatimah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Fatimah pernah mengeluh kepada Asma' binti Umais tentang tubuh&lt;br /&gt;yang kurus. Dia berkata :"Dapatkah engkau menutupi aku dengan sesuatu ?"&lt;br /&gt;Asma' menjawab :"Aku melihat orang Habasyah membuat usungan untuk wanita&lt;br /&gt;dan mengikatkan keranda pada kaki-kaki usungan." Maka Fatimah menyuruh&lt;br /&gt;membuatkan keranda untuknya sebelum dia wafat. Fatimah melihat keranda&lt;br /&gt;itu, maka dia berkata :"Kalian telah menutupi aku, semoga Allah menutupi&lt;br /&gt;aurat kalian." [Imam Adz-Dzhabi telah meriwayatkan dalam "Siyar A'laamin&lt;br /&gt;Nubala'. Semacam itu juga dari Qutaibah bin Said ...dari Ummi Ja'far]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ibnu Abdil Barr berkata :"Fatimah adalah orang pertama yang&lt;br /&gt;dimasukkan ke keranda pada masa Islam." Dia dimandikan oleh Ali dan&lt;br /&gt;Asma', sedang Asma' tidak mengizinkan seorang pun masuk. Ali r.a.&lt;br /&gt;berdiri di kuburnya dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Setiap dua teman bertemu tentu&lt;br /&gt;        akan berpisah&lt;br /&gt;        dan semua yang di luar kematian&lt;br /&gt;        adalah sedikit kehilangan satu demi satu&lt;br /&gt;        adalah bukti bahwa teman itu&lt;br /&gt;        tidak kekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Semoga Allah SWT meridhoinya. Dia telah memenuhi pendengaran,&lt;br /&gt;mata dan hati. Dia adalah 'ibu dari ayahnya', orang yang paling erat&lt;br /&gt;hubungannya dengan Nabi SAW dan paling menyayanginya. Ketika Nabi SAW&lt;br /&gt;terluka dalam Perang Uhud, dia keluar bersama wanita-wanita dari Madinah&lt;br /&gt;menyambutnya agar hatinya tenang. Ketika melihat luka-lukanya, Fatimah&lt;br /&gt;langsung memeluknya. Dia mengusap darah darinya, kemudian mengambil air&lt;br /&gt;dan membasuh mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Betapa indah situasi di mana hati Muhammad SAW berdenyut&lt;br /&gt;menunjukkan cinta dan sayang kepada puterinya itu. Seakan-akan&lt;br /&gt;kulihat Az-Zahra' a.s. berlinang air mata dan berdenyut hatinya&lt;br /&gt;dengan cinta dan kasih sayang. Selanjutnya, inilah dia, Az-Zahra',&lt;br /&gt;puteri Nabi SAW, puteri sang pemimpin. Dia memberi contoh ketika&lt;br /&gt;keluar bersama 14 orang wanita, di antara mereka terdapat Ummu&lt;br /&gt;Sulaim binti Milhan dan Aisyah Ummul Mu'minin r.a. dan mengangkut&lt;br /&gt;air dalam sebuah qirbah dan bekal di atas punggungnya untuk memberi&lt;br /&gt;makan kaum Mu'minin yang sedang berperang menegakkan agama Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua, kaum Muslimah, bisa meneladani para wanita mulia&lt;br /&gt;tersebut. Amiin yaa Robbal'aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-17255298303940612?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/17255298303940612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/fatimah-binti-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/17255298303940612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/17255298303940612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/fatimah-binti-muhammad-saw.html' title='Fatimah binti Muhammad SAW'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-2543872052735389048</id><published>2009-06-05T18:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:57:50.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Bilal bin Rabah</title><content type='html'>Bilal bin Rabah: Suara Emas dari Ethiopia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu dengan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali kepadamu," demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal.&lt;br /&gt;"Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu," kata Bilal masih dalam mimpin-ya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. Ia dirundung rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara, kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang senja, penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. Seolah, penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah diminta dengan sedikit memaksa, Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. Senjapun datang mengantar malam, dan Bilal mengumandangkan adzan. Tatkala, suara Bilal terdengar, seketika, Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah meneteskan air mata. "Marhaban ya Rasulullah," bisik salah seorang dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ada sebuah kisah yang membuat Bilal menolak untuk mengumandangkan adzan setelah Rasulullah wafat. Waktu itu, beber-apa saat setelah malaikat maut menjemput kekasih Allah, Muhammad, Bilal mengumandangkan adzan. Jenazah Rasulullah, belum dimakam-kan. Satu persatu kalimat adzan dikumandangkan sampai pada kalimat, "Asyhadu anna Muhammadarrasulullah." Tangis penduduk Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah. Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah, Rasulullah telah dimakamkan, Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan. "Adzanlah wahai Bilal," perintah Abu Bakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Bilal menjawab perintah itu, "Jika engkau dulu membe-baskan demi kepentinganmu, maka aku akan mengumandangkan adzan. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan aku, maka biarkan aku menentukan pilihanku."&lt;br /&gt;"Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal," kata Abu Bakar.&lt;br /&gt;"Maka biarkan aku memilih pilihanku," pinta Bilal.&lt;br /&gt;"Sungguh, aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah," lanjut Bilal.&lt;br /&gt;"Kalau demikian, terserah apa maumu," jawab Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas, adalah sepenggal kisah tentang Bilal bin Rabah, salah seorang sahabat dekat Rasulullah. Seperti yang kita tahu, Bilal adalah seorang keturunan Afrika, Habasyah tepatnya. Kini Habasyah biasa kita sebut dengan Ethiopia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti penampilan orang Afrika pada umumnya, hitam, tinggi dan besar, begitulah Bilal. Pada mulanya, ia adalah budak seorang bangsawan Makkah, Umayyah bin Khalaf. Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat, namun hatinya, insya Allah bak kapas yang tak bernoda. Itulah sebabnya, ia sangat mudah menerima hidayah saat Rasulullah berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ia sangat mudah menerima hidayah, ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat Rasulullah yang berjuang mempertahankan hidayahnya. Antara hidup dan mati, begitu kira-kira gambaran perjuangan Bilal bin Rabab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keislamannya, suatu hari diketahui oleh sang majikan. Sebagai ganjarannya, Bilal di siksa dengan berbagai cara. Sampai datang padanya Abu Bakar yang membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikata, di antara para sahabat, Bilal bin Rabah termasuk orang yang pilih tanding dalam mempertahankan agamanya. Zurr bin Hubaisy, suatu ketika berkata, orang yang pertama kali menampak-kan keislamannya adalah Rasulullah. Kemudian setelah beliau, ada Abu Bakar, Ammar bin Yasir dan keluarganya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Allah tentunya, Rasulullah dilindungi oleh paman beliau. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh sukunya. Dalam posisi sosial, orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Ia seorang perantauan, budak belian pula, tak ada yang membela. Bilal, hidup sebatang kara. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau tak berdaya. Bilal telah mengangkat Allah sebagai penolong dan walin-ya, itu lebih cukup dari segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Umayyah bin Khalaf, sang majikan, tak berhenti hanya dengan menyiksa Bilal saja. Setelah puas hatinya menyiksa Bilal, Umayyah pun menyerahkan Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. Diarak berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang jalan. Tapi dengan tegarnya, Bilal mengucap, "Ahad, ahad," puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal bin Rabah, meski dalam strata sosial posisinya sangat lemah, tapi tidak di mata Allah. Ada satu riwayat yang membukti-kan betapa Allah memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap. Rasulullah ingin mengetahui langsung, amal kebajikan apa yang menja-dikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut bahagianya, Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. "Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadats, aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, dengan itu kamu mendahului aku," kata Rasulullah membenarkan. Subhanallah, demikian tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah.&lt;br /&gt;Meski demikian, hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. Dalam lubuk hati kecilnya, Bilal masih menganggap, bahwa ia adalah budak belian dari Habasya, Ethiopia. Tak kurang dan tak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal bin Rabah, terakhir melaksanakan tugasnya sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah. Saat itu, Bilal sudah bermukim di Syiria dan Umar mengunjunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda panggilan shalat. Bilal pun naik ke atas menara dan bergemalah suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sahabat Rasulullah, yang ada di sana menangis tak terkecuali. Dan di antara mereka, tangis yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Dan itu, menjadi adzan terakhir yang dikumandangan Bilal, hatinya tak kuasa menahan kenangan manis bersama manusia tercinta, nabi akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-2543872052735389048?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/2543872052735389048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/bilal-bin-rabah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/2543872052735389048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/2543872052735389048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/bilal-bin-rabah.html' title='Bilal bin Rabah'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-6176048672884125655</id><published>2009-06-05T18:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:56:08.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>"Berpulangnya" Duta Islam Pertama</title><content type='html'>"Berpulangnya" Duta Islam Pertama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab bin Umair, duta Islam yang pertama adalah salah seorang sahabat Rasulullah terkemuka yang pada saat remajanya merupakan sosok pribadi yang paling tampan dan penuh dengan jiwa kemudaan yang bersemangat. Para ahli tarikh melukiskan semangat kemudaannya dengan kalimat "Seorang warga kota Makkah yang mempunyai nama paling harum". Sungguh Mush'ab, lahir serba kecukupan, biasa hidup mewah dan manja, menjadi buah-bibir gadis-gadis Makkah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun lihatlah sosoknya kini!!!..., tanpa takut suatu apapun ia menyatakan sumpah setianya kepada Rasulullah di suatu senja di Darul Arqam. Hatinya tertambat pada ayat-ayat al-Qur'an yang mengalir indah melalui lidah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja ia terangkat dari tempat duduknya karena rasa haru, dan serasa terbang karena gembira demi mendengar wahyu Allah. Tetapi Rasulullah segera mengulurkan tangan beliau yang penuh berkat dan kasih sayang dan mengurut dada yang penuh gejolak tersebut hingga tiba-tiba menjadi sebuah lubuk hati yang tenang dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta Islam pertama,... kepercayaan yang diberikan Rasulullah kepada anak muda ini sungguh luar biasa, masih banyak sahabat-sahabat Rasulullah yang lebih tua, lebih bijaksana, dan lebih dekat nasabnya kepada Rasulullah daripada Mush'ab namun sungguh Rasulullah telah memutuskan bahwa tugas Maha penting untuk menyiarkan Islam ke Madinah layak disandang Mush'ab....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab memikul amanat itu dengan bekal karunia Allah kepadanya berupa kecerdasan dan budi yang luhur. Dengan sifat zuhud, kejujuran, dan kesungguhan hati, ia berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk Madinah hingga mereka berduyun duyun masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.... Kemudian datanglah giliran perang Uhud, Kaum Muslimin bersiap-siap mengatur barisan... Rasulullah berdiri ditengah barisan melayangkan pandangan beliau kesegenap sahabat untuk memastikan siapa yang sebaiknya membawa bendera.... ..dan terpanggillah Mush'ab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan berkobar lalu berkecamuk dengan sengitnya. Ditengah-tengah peperangan pasukan panah melanggar dan tidak mentaati peraturan Rasulullah, hal ini secepatnya membalik kemenangan yang telah diperoleh Kaum Muslimin.... Tanpa diduga pasukan berkuda Quraisy menyerbu dari puncak bukit, lalu tombak dan pedangpun mengamuk membantai Kaum Muslimin yang tengah kacau balau. Melihat terbukanya kesempatan serangan Quraisy segera diarahkan kepada Rasulullah. Mush'ab menyadari suasana gawat ini..diacungkannya bendera setinggi-tingginya dan bagaikan auman singa ia bertakbir sekeras-kerasnya, lalu maju kemuka, melompat, mengelak dan berputar lalu menerkam. Hasratnya hanya satu.. mengalihkan perhatian musuh dari Rasulullah. Dibuatnya dirinya menjadi sedemikian rupa bagaikan barisan tentara...Sungguh walaupun seorang diri, Mush'ab bertempur laksana pasukan tentara besar... sebelah tangannya memegang bendera, sedang yang sebelah lagi menebaskan pedangnya yang tajam.....Namun musuh kian bertambah banyak juga, dan mereka hendak menyeberang dengan menginjak-injak tubuhnya untuk mencapai Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab gugur dalam peperangan ini dan inilah sat-saat terakhir Mush'ab sebagaimana dikisahkan oleh para sahabat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Ketika datang seorang musuh berkuda, lalu menebas tangannya hingga putus, Mush'ab mengucapkan:"Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul". Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya Musuhpun menebas tangan kirinya hingga putus pula. Mush'ab membungkuk kearah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul". Lalu musuh berkuda itu menyerangnya ketiga kali dengan tombak, dan menusukkannya hingga tombak itu pun patah. Mush'ab pun gugur dan bendera jatuh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab berpulang sebagai bintang para syuhada. Kalimat yang&lt;br /&gt;diulang-ulanginya akhirnya dikukuhkan sebagai ayat al-Qur'an yang selalu dibaca orang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendapati jenazahnya yang hanya ditutupi sehelai burdah pendek - yang andaikan ditutup kepalanya niscaya tampaklah kakinya- Rasulullah pun bersabda: " Ketika aku di Mekah dulu, tak seorangpun aku lihat yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapih rambutnya daripadamu. Tetapi sekarang ini dengan rambutmu yang kusut masai engkau hanya ditutupi sehelai burdah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melayangkan pandangan kearah medan peperangan Rasulullah berseru : "Sungguh, Rasulullah akan menjadi saksi nanti dihari kiamat, bahwa tuan-tuan sekalian adalah syuhada di sisi Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam atasmu wahai Mus'ab...&lt;br /&gt;Salam atasmu sekalian, wahai para syuhada....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-6176048672884125655?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/6176048672884125655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/berpulangnya-duta-islam-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/6176048672884125655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/6176048672884125655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/berpulangnya-duta-islam-pertama.html' title='&quot;Berpulangnya&quot; Duta Islam Pertama'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-7242213755615041854</id><published>2009-06-05T18:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:53:56.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Asma' binti Abu Bakar Ash-Shiddiq 2</title><content type='html'>PUTERI-PUTERI TELADAN DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Asma' binti Abu Bakar Ash-Shiddiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dia seorang wanita muhajir yang mulia dan tokoh yang besar&lt;br /&gt;karena akal dan kemuliaan jiwa serta kemauannya yang kuat. Asma'&lt;br /&gt;dilahirkan tahun 27 sebelum Hijrah. Asma' 10 tahun lebih tua daripada&lt;br /&gt;saudaranya seayah, Aisyah, Ummul Mu'minin dan dia adalah saudara se-&lt;br /&gt;kandung dari Abdullah bin Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Asma' mendapat gelar Dzatun nithaqain (si empunya dua ikat&lt;br /&gt;pinggang), karena dia mengambil ikat pinggangnya, lalu memotongnya&lt;br /&gt;menjadi dua. Kemudian, yang satu dia gunakan untuk sufrah (bungkus&lt;br /&gt;makanan untuk bekal) Rasulullah SAW, dan yang lain sebagai pembungkus&lt;br /&gt;qirbahnya pada waktu malam, ketika Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-&lt;br /&gt;Shiddiq  keluar menuju gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Penduduk Syam mengolok-olok Ibnu Zubair dengan julukan&lt;br /&gt;"Dzaatun nithaqain" ketika mereka memeranginya. Maka Asma' bertanya&lt;br /&gt;kepada puteranya itu, Abdullah bin Zubair :"Mereka mengolok-olokkan&lt;br /&gt;kamu ?" Abdullah menjawab :"Ya." Maka Asma' berkata :"Demi Allah,&lt;br /&gt;dia adalah benar." Ketika Asma' menghadap Al-Hajjaj, dia berkata:&lt;br /&gt;"Bagaimana engkau mengolok-olok Abdullah dengan julukan Dzatun nitha-&lt;br /&gt;qain ? Memang, aku mempunyai sepotong ikat pinggang yang harus dipakai&lt;br /&gt;oleh orang perempuan dan sepotong ikat pinggang untuk menutupi makanan&lt;br /&gt;Rasulullah SAW."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Asma' telah lama masuk Islam di Mekkah, sesudah 17 orang dan&lt;br /&gt;berbai'at kepada Nabi SAW, serta beriman kepadanya dengan iman yang&lt;br /&gt;kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamalan Islam Asma' yang Baik&lt;br /&gt;--------------------------------&lt;br /&gt;        Pada suatu ketika, datang Qatilah binti Abdul Uzza kepada&lt;br /&gt;puterinya, Asma' binti Abu Bakar Ash-Shiddiq, sedangkan Abu Bakar&lt;br /&gt;telah menalaknya di zaman jahiliyyah, membawa hadiah-hadiah berupa&lt;br /&gt;kismis, samin dan anting-anting. Namun Asma' menolak hadiah tersebut&lt;br /&gt;dan tidak mengizinkannya memasuki rumahnya. Kemudian dia memberitahu&lt;br /&gt;Aisyah :"Tanyakan kepada Rasulullah SAW ....?" Aisyah menjawab :"Bi-&lt;br /&gt;arlah dia memasuki rumahnya dan dia (Asma') boleh menerima hadiahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Asma' yang Baik&lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;        Abu Bakar r.a. membawa seluruh hartanya yang berjumlah 5.000&lt;br /&gt;atau 6.000 ketika Rasulullah SAW pergi hijrah. Kemudian kakeknya, Abu&lt;br /&gt;Quhafah datang kepada Asma' sedangkan dia seorang buta. Abu Quhafah&lt;br /&gt;berkata :"Demi Allah, sungguh aku lihat dia telah menyusahkan kalian&lt;br /&gt;dengan hartanya, sebagaiamana dia telah menyusahkan kalian dengan&lt;br /&gt;dirinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Maka Asma' berkata kepadanya:"Sekali-kali tidak, wahai, Kakek!&lt;br /&gt;Beliau telah meninggalkan kebaikan yang banyak bagi kita." Kemudian&lt;br /&gt;Asma' mengambil batu-batu dan meletakkanya di lubang angin, di mana&lt;br /&gt;ayahnya pernah meletakkan uang itu. Kemudian dia menutupinya dengan&lt;br /&gt;selembar baju. Setelah itu Asma' memegang tangannya (Abu Quhafah) dan&lt;br /&gt;berkata: "Letakkan tangan Anda di atas uang ini." Maka kakeknya mele-&lt;br /&gt;takkan tangannya di atasnya dan berkata :"Tidaklah mengapa jika dia&lt;br /&gt;tinggalkan ini bagi kalian, maka dia (berarti) telah berbuat baik. Ini&lt;br /&gt;sudah cukup bagi kalian." Sebenarnya Abu Bakar tidak meninggalkan se-&lt;br /&gt;suatu pun bagi keluarganya, tetapi Asma' ingin menenangkan hati orang&lt;br /&gt;tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Az-Zubair ibnul Awwam menikah dengannya, sementara dia tidak&lt;br /&gt;mempunyai harta dan sahaya maupun lainnya, kecuali kuda. Maka Asma'&lt;br /&gt;memberi makan kudanya dan mencukupi kebutuhan serta melatihnya. Me-&lt;br /&gt;numbuk biji kurma untuk makanan kuda, memberinya air minum dan membuat&lt;br /&gt;adonan roti. Suatu ketika Az-Zubair bersikap keras terhadapnya, maka&lt;br /&gt;Asma' datang kepada ayahnya dan mengeluhkan hal itu. Maka sang ayah&lt;br /&gt;pun berkata : "Wahai anakku, sabarlah! Sesungguhnya wanita itu apabila&lt;br /&gt;bersuami seorang yang sholeh, kemudian suaminya meninggal dunia, sedang&lt;br /&gt;isterinya tidak menikah lagi, maka keduanya akan berkumpul di surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Asma' datang kepada Nabi SAW, lalu bertanya :"Wahai, Rasulullah,&lt;br /&gt;aku tidak punya sesuatu di rumahku, kecuali apa yang diberikan oleh Az-&lt;br /&gt;Zubair kepadaku. Bolehkah aku memberikan dan menyedekahkan apa yang di-&lt;br /&gt;berikan kepadaku olehnya ?" Maka Nabi SAW menjawab :"Berikanlah (berse-&lt;br /&gt;dekahlah) sesuai kemampuanmu dan jangan menahannya agar tidak ditahan&lt;br /&gt;pula suatu pemberian terhadapmu." Maka Asma' adalah termasuk seorang&lt;br /&gt;wanita dermawan. Dari Abdullah bin Zubair r.a. dia berkata :"Tidaklah&lt;br /&gt;kulihat dua orang wanita yang lebih dermawan daripada Aisyah dan Asma'."&lt;br /&gt;Kedermawanan mereka berbeda. Adapun Aisyah, sesungguhnya dia suka mengum-&lt;br /&gt;pulkan sesuatu, hingga setelah terkumpul padanya, dia pun membagikannya.&lt;br /&gt;Sedangkan Asma', maka dia tidak menyimpan sesuatu untuk besoknya. Asma'&lt;br /&gt;adalah seorang wanita yang dermawan dan pemurah. Dia tidak menyimpan&lt;br /&gt;sesuatu untuk hari esok. Pernah dia menderita sakit, lalu dia bebaskan&lt;br /&gt;semua hamba sahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Asma' ikut dalam Perang Yarmuk bersama suaminya, Az-Zubair, dan&lt;br /&gt;menunjukkan keberaniannya yang baik. Dia membawa sebilah belati dalam&lt;br /&gt;pasukan Said bin Ash di masa fitnah, lalu diletakkannya di balik lengan&lt;br /&gt;bajunya. Kemudian ditanyakan kepadanya :"Apa yang kamu lakukan dengan&lt;br /&gt;membawa ini ?" Asma' menjawab :"Jika ada pencuri masuk kepadaku, maka&lt;br /&gt;aku tusuk perutnya." Umar ibnul Khaththab r.a. memberi tunjangan untuk&lt;br /&gt;Asma' sebanyak 1000 dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Asma' meriwayatkan 58 hadits dari Nabi SAW; dan dalam suatu&lt;br /&gt;riwayat dikatakan : bahwa dia meriwayatkan 56 hadits [Al-Kazaruni,&lt;br /&gt;"Mathaali'ul Anwaar"]. Telah sepakat antara Bukhari dan Muslim atas&lt;br /&gt;14 hadits. Bukhari meriwayatkan sendiri atas 4 hadits, sedangkan Muslim&lt;br /&gt;juga meriwayatkan sebanyak itu pula. [Al-Hafih Al-Maqdisi, Al-Kamaal fii&lt;br /&gt;Ma'rifatir Rijaal]. Dalam satu riwayat : Diceritakan bahwa Asma' meri-&lt;br /&gt;wayatkan 22 hadits dalam Shahihain. Sedangkan yang disepakati Bukhari dan&lt;br /&gt;Muslim 13 hadits. Bukhari meriwayatkan sendiri 5 hadits, sedangkan Muslim&lt;br /&gt;meriwayatkan 4 hadits. [Ibnul Jauzi, "Al-Mujtana"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' Sebagai Penyair dan Pemberani&lt;br /&gt;-----------------------------------&lt;br /&gt;        Asma' adalah wanita penyair dan pemberani yang mempunyai logika&lt;br /&gt;dan bayan. Dia berkata mengenai suaminya, Az-Zubair, ketika dibunuh oleh&lt;br /&gt;Amru bin Jarmuz Al-Mujasyi'i di Wadi As-Siba' (5 mil dari Basrah) ketika&lt;br /&gt;kembali dari Perang Jamal :&lt;br /&gt;        Ibnu Jarmuz mencurangi seorang pendekar&lt;br /&gt;        dengan sengaja&lt;br /&gt;        di waktu perang, sedang dia tidak lari&lt;br /&gt;        Hai, Amru, kiranya kamu ingatkan dia&lt;br /&gt;        tentu kamu mendapati dia&lt;br /&gt;        bukan seorang yang bodoh, tidak kasar&lt;br /&gt;        hati dan tangannya&lt;br /&gt;        semoga ibumu menangisi, karena kamu&lt;br /&gt;        bunuh seoranng Muslim&lt;br /&gt;        dan kamu akan terima hukuman&lt;br /&gt;        pembunuhan yang disengaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad Asma' yang Kuat, Kemuliaan Jiwa dan Keberaniannya&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------&lt;br /&gt;        Kata-kata Asma' kepada puteranya menunjukkan kepada kita tentang&lt;br /&gt;makna-makna yang luhur itu. Suatu saat puteranya, Abdullah, datang menemui&lt;br /&gt;ibunya, Asma' yang buta dan sudah berusia 100 tahun. Dia berkata kepada&lt;br /&gt;ibunya :"Wahai, Ibu, bagaimana pendapat Anda mengenai orang yang telah&lt;br /&gt;meninggalkan aku, begitu juga keluargaku." Asma' berkata :"Jangan biarkan&lt;br /&gt;anak-anak kecil bani Umayyah mempermainkanmu. Hiduplah secara mulia dan&lt;br /&gt;matilah secara mulia. Demi Allah, sungguh aku berharap akan terhibur&lt;br /&gt;mengenaimu dengan baik." Kemudian Abdullah keluar dan bertempur hingga ia&lt;br /&gt;mati terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Konon, Al-Hajjaj bersumpah untuk tidak menurunkannya dari tiang&lt;br /&gt;kayu hingga ibunya meminta keringanan baginya. Maka tinggallah dia di&lt;br /&gt;situ selama satu tahun. Kemudian ibunya lewat di bawahnya dan berkata :&lt;br /&gt;"Tidakkah tiba waktunya bagi orang ini untuk turun ?" Diriwayatkan, bahwa&lt;br /&gt;Al-Hajjaj berkata kepada Asma' setelah Abdullah terbunuh :"Bagaimanakah&lt;br /&gt;engkau lihat perbuatanku terhadap puteramu ?" Asma' menjawab :"Engkau&lt;br /&gt;telah merusak dunianya, namun dia telah merusak akhiratmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Asma' wafat di Mekkah dalam usia 100 tahun, sedang giginya tetap&lt;br /&gt;utuh, tidak ada yang tanggal dan akalnya masih sempurna. [Mashaadirut&lt;br /&gt;Tarjamah : Thabaqaat Ibnu Saad, Taarikh Thabari, Al-Ishaabah dan Siirah&lt;br /&gt;Ibnu Hisyam]. Penulis buku, Musthafa Luthfi Al-Manfaluthi mencatat dialog&lt;br /&gt;yang terjadi antara Asma' dengan Abdullah, dalam sebuah kasidah yang di-&lt;br /&gt;anggap sebuah karya seni yang indah. Dia berkata :&lt;br /&gt;        Asma' di antara manusia adalah sebaik-baik wanita&lt;br /&gt;        ia lakukan perbuatan terbaik di saat perpisahan&lt;br /&gt;        datang kepadanya Ibnu Zubair menyeret baju besi&lt;br /&gt;        di bawah baju besi berlumur darah&lt;br /&gt;        Ia berkata : Wahai, Ibu, aku telah payah dengan urusanku&lt;br /&gt;        antara penawanan yang pahit dan&lt;br /&gt;        pembunuhan yang keji.&lt;br /&gt;        Teman-teman dan zaman mengkhianatiku,&lt;br /&gt;        maka aku tak punya teman selain pedangku&lt;br /&gt;        kulihat bintangku yang tampak terang&lt;br /&gt;        telah lenyap dariku dan tidak lagi naik.&lt;br /&gt;        Kaumku telah berupaya melindungiku,&lt;br /&gt;        maka tak ada penolong selain itu jika&lt;br /&gt;        aku menerimanya.&lt;br /&gt;        Asma' menjawab dengan kelopak mata&lt;br /&gt;        yang kering seakan-akan tidak ada tempat sebelumnya&lt;br /&gt;        bagi air mata.&lt;br /&gt;        Air mata itu berubah menjadi uap&lt;br /&gt;        yang naik dari hatinya yang patah.&lt;br /&gt;        Tidaklah diselamatkan kecuali kehidupan&lt;br /&gt;        atau ia menjadi tulang-belulang seperti&lt;br /&gt;        halnya batang pohon&lt;br /&gt;        kematian di medan perang lebih baik bagimu&lt;br /&gt;        daripada hidup hina dan tunduk&lt;br /&gt;        jika orang-orang menelantarkanmu,&lt;br /&gt;        maka sabar dan tabahlah,&lt;br /&gt;        karena Allah tidak menelantarkan.&lt;br /&gt;        Matilah mulia, sebagaimana engkau hidup mulia&lt;br /&gt;        dan hiduplah selalu dalam namamu&lt;br /&gt;        yang mulia dan tinggi&lt;br /&gt;        tiada di antara hidup dan mati&lt;br /&gt;        kecuali menyerang di tengah pasukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kata-kata Asma' kepada puteranya ini akan tetap menjadi cahaya&lt;br /&gt;di atas jalan kehidupan yang mulia, yaitu ketika puteranya berkata :&lt;br /&gt;"Wahai, Ibu, aku takut jika pasukan Syam membunuhku, mereka akan memotong-&lt;br /&gt;motong tubuh dan menyalibku." Asma' menjawab dengan perkataan yang kukuh&lt;br /&gt;seperti gunung, kuat seperti jiwanya, besar seperti imannya, dan&lt;br /&gt;perkataan itulah yang menentukan akhir pertempuran : "Hai, Anakku, sesung-&lt;br /&gt;guhnya kambing yang sudah disembelih tidaklah merasa sakit bila ia&lt;br /&gt;dikuliti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Al-Manfaluthi menyudahi kasidahnya dengan perkataan :&lt;br /&gt;        Datang berita kematian kepada ibunya,&lt;br /&gt;        maka ia pun mengeluarkan air matanya&lt;br /&gt;        yang tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Abdullah gugur sebagai syahid dan unggulan nilai-nilai yang tinggi&lt;br /&gt;dari ibu teladan. Kisah ini tercatat dalam lembaran-lembaran yang paling&lt;br /&gt;cemerlang dalam sejarah orang-orang yang kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-7242213755615041854?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/7242213755615041854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/asma-binti-abu-bakar-ash-shiddiq-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/7242213755615041854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/7242213755615041854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/asma-binti-abu-bakar-ash-shiddiq-2.html' title='Asma&apos; binti Abu Bakar Ash-Shiddiq 2'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-6142392749394996161</id><published>2009-06-05T18:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:51:56.816-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Asma' binti Abu Bakar</title><content type='html'>Asma' binti Abu Bakar: "Wanita Besi" yang Berumur Panjang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama wanita ini pendek saja, Asma`, lengkapnya Asma` binti Abu Bakar. Tapi, perjalanan hidupnya tak sependek namanya. Allah memberinya umur panjang dan kecerdasan berpikir, sehingga ia bisa mewarnai nuansa hidup para generasi tabi'in dengan nuansa kehidupan di zaman Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Asma` termasuk kelompok wanita yang pertama masuk Islam. Sosok Asma tak bisa dipisahkan dengan peristiwa hijrah Rasulullah Saw. dan ayahnya Abu Bakar. Dialah yang mengirim bekal makanan dan minuman kepada kedua kekasih Allah itu. Dan lantaran peristiwa inilah, Asma digelari "dzatin nithaqain" (wanita yang memiliki dua ikat pinggang). Gelar ini diberikan ketika Asma hendak mengikat karung makanan dan tempat minuman yang akan dikirim kepada Rasulullah dan Abu Bakar. Waktu itu Asma tidak memiliki tali untuk mengikatkanya, maka ia pun memotong ikat pinggangnya menjadi dua, satu untuk mengikat karung makanan, dan satunya lagi untuk mengikat tempat air minum. Ketika Rasulullah Saw. mengetahui hal ini, beliau berdoa semoga Allah mengganti ikat pinggang Asma dengan dua ikat pinggang yang lebih baik dan indah di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma` menikah dengan Zubeir bin Awwam, seorang pemuda dari kalangan biasa yang tak memiliki harta, kecuali seekor kuda. Meski demikian, Asma` tidak kecewa. Ia tetap setia melayani suaminya. Jika suaminya sedang sibuk mengemban tugas dari Rasulullah, Asam` tak segan-segan merawat dan menumbuk biji kurma untuk makanan kuda suaminya. Buah perkawinannya dengan Zubeir, Allah mengamanahi mereka seorang anak yang cerdas bernama Abdullah bin Zubeir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma` memiliki beberapa sifat istimewa. Selain cantik, hampir sama dengan saudaranya 'Aisyah, ia juga cerdas, cekatan, dan lincah. Sifat pemurahnya menjadi teladan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan. Abdullah bin Zubeir, anaknya, diangkat menjadi Khalifah menggantikan Yazid bin Mu'awwiyah yang wafat. Bani Umayyah tidak rela dengan kepemimpinan Abdullah bin Zubeir. Mereka menyiapkan tentara yang besar di bawah pimpinan Panglima Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi untuk menggulingkan Khalifah Abdullah bin Zubeir. Perang antara dua kekuataan itu tak dapat dihindari. Abdullah bin Zubeir turun ke medan tempur memimpin langsung pasukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, para perwira bawahan dan prajuritnya banyaknya yang melakukan desersi ke pihak Bani Umayyah. Akhirnya dengan jumlah yang tinggal sedikit, pasukan Abdullah bin Zubeir mundur ke Baitul Haram, berlindung di bawah Ka'bah. Beberapa saat sebelum kekalahannya, Abdullah bin Zubeir menemui ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma' binti Abu Bakar, ibunya, bertanya, "Mengapa engkau datang ke sini padahal batu-batu besar yang dilontarkan pasukan Hajjaj kepada pasukanmu menggetarkan seluruh kota Mekkah?"&lt;br /&gt;Aku datang hendak berkonsultasi dengan ibu," jawab Abdullah dengan penuh rasa hormat.&lt;br /&gt;"Tentang apa," tanya Asma' lagi.&lt;br /&gt;"Tentaraku banyak yang desersi. Mungkin karena takut kepada Hajjaj, atau mungkin juga mereka menginginkan sesuatu yang dijanjikan. Tentara yang tersisa pun tampaknya tak akan sabar bertahan lebih lama bersamaku. Sementara itu, para utusan Bani Umayyah menawarkan kepadaku apa saja yang kuminta berupa kemewahan dunia, asal aku bersedia meletakkan senjata dan bersumpah setia mengangkat Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah. Bagaimana pendapat ibu?" tanya Abdullah.&lt;br /&gt;Asma' menjawab dengan suara tinggi, "Terserah engkau, ya Abdullah! Bukankah engkau sendiri yang lebih tahu tentang dirimu. Bila engkau yakin dalam kebenaran, maka teguhkan hatimu seperti para prajuritmu yang telah gugur. Tapi bila engkau menginginkan kemewahan dunia, sudah tentu engkau seorang laki-laki yang pengecut. Berarti engkau mencelakakan diri sendiri, dan menjual murah harga sebuah kepahlawanan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Zubeir menundukkan kepala di hadapan ibunya yang tampak kecewa. Meski ibunya sudah tua dan buta, Abdullah sang Khalifah dan panglima perang yang gagah berani tak sanggup melihat wajah ibunya karena rasa hormat dan kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi aku akan terbunuh hari ini, bu!" tutur Abdullah lembut.&lt;br /&gt;"Itu lebih baik bagimu, daripada engkau menyerahkan diri kepada Hajjaj. Pada akhirnya kepalamu akan diinjak-injak juga oleh budak-budak Bani Umayyah dengan mempermainkan janji-janji mereka yang sulit untuk dipercaya," jawab ibunya tegas.&lt;br /&gt;"Aku tidak takut mati, bu! Tapi aku khawatir mereka akan mencincang dan merobek-robek jenazahku dengan kejam," ujar Abdullah lagi.&lt;br /&gt;"Tak ada yang perlu ditakuti perbuatan orang hidup terhadap orang yang telah mati. Bukankah kambing yang sudah disembelih tidak merasa sakit lagi ketika dikuliti?" jawab Asma'.&lt;br /&gt;"Yang ibu khawatirkan justru kalau engkau mati di jalan yang sesat," tambah Asma'.&lt;br /&gt;"Percayalah bu, aku tak memiliki pikiran sesat untuk berbuat keji. Aku tak akan melanggar hukum Allah. Aku tidak pengecut, dan aku tetap lebih mengutamakan keridhaan Allah dan keridhaan ibu," ucap Abdullah mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat Asma' binti Abu Bakar makin memantapkan Abdullah bin Zubeir untuk mempertahankan dan membela kebenaran. Sebelum matahari terbenam, Abdullah bin Zubeir syahid menemui Rabbnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-6142392749394996161?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/6142392749394996161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/asma-binti-abu-bakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/6142392749394996161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/6142392749394996161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/asma-binti-abu-bakar.html' title='Asma&apos; binti Abu Bakar'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-8731574207817663652</id><published>2009-06-05T18:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:50:35.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Aminah</title><content type='html'>Aminah Bunda Rasulullah s.a.w&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita berhati mulia, pemimping para ibu. Seorang ibu yg telah&lt;br /&gt;menganugerahkan anak tunggal yg mulia pembawa hidayah. Dialah Aminah&lt;br /&gt;biti Wahab. Ibu dari Muhammad bin Abdullah yg diutus Allah sebagai rahmat&lt;br /&gt;seluruh alam. Cukuplah baginya kemuliaan dan kebangggaan yg tidak dapat&lt;br /&gt;dipungkiri, bahwa Allah azza wa jalla memilihnya sebagai ibu seorang&lt;br /&gt;rasul mulia dan nabi yg terakhir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berkatalah Muhammad puteranya tentang nasabnya. " Allah telah memilih&lt;br /&gt;aku dari Kinanah, dan memilih Kinanah dari suku Quraisy bangsa Arab. Aku&lt;br /&gt;berasal dari keturunan orang-orang yang baik, dari orang-orang yg baik,&lt;br /&gt;dari orang-orang yang baik." Dengarlah sabdanya lagi, "Allah memindahkan&lt;br /&gt;aku dari sulbi-sulbi yg baik ke rahim-rahim yg suci secara terpilih dan&lt;br /&gt;terdidik. Tiadalah bercabang dua, melainkan aku di bagian yg terbaik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah bukan cuma ibu seorang rasul atau nabi, tetapi juga wanita&lt;br /&gt;pengukir sejarah. Kerana risalah yg dibawa putera tunggalnya sempurna,&lt;br /&gt;benar dan kekal sepanjang zaman. Suatu risalah yg bermaslahat bagi ummat&lt;br /&gt;manusia. Berkatalah Ibnu Ishaq tentang Aminah bt Wahab ini. "Pada waktu&lt;br /&gt;itu ia merupakan gadis yg termulia nasab dan kedudukannya di kalangan&lt;br /&gt;suku Quraisy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penilaian Dr. Bint Syaati tentang Aminah ibu Muhammad yaitu.&lt;br /&gt;"Masa kecilnya dimulai dari lingkungan paling mulia, dan asal&lt;br /&gt;keturunannya pun paling baik. Ia memiliki kebaikan nasab dan ketinggian&lt;br /&gt;asal keturunan yg dibanggakan dalam masyarakat aristokrasi yang sangat&lt;br /&gt;membanggakan kemuliaan nenek moyang dan keturunannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah merupakan bunga yg indah di kalangan Quraisy serta menjadi puteri&lt;br /&gt;dari pemimpin bani Zuhrah. Pergaulannya senantiasa dlm penjagaan dan&lt;br /&gt;tertutup dr pandangan mata. Terlindung dr pergaulan bebas sehingga sukar&lt;br /&gt;untuk dapat mengetahui jelas penampilannya atau gambaran fisiknya.&lt;br /&gt;Para sejarawan hampir tidak mengetahui kehidupannya kecuali sebagai&lt;br /&gt;gadis Quraisy yg paling mulia nasab dan kedudukannnya di kalangan&lt;br /&gt;Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tersembunyi, baunya yg harum semerbak keluar dr rumah bani Zuhrah&lt;br /&gt;dan menyebar ke segala penjuru Makkah. Bau harumnya membangkitkan&lt;br /&gt;harapang mulia dlm jiwa para pemudanya yg menjauhi wanita2 lain yg&lt;br /&gt;terpandang dan dibicarakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memilih Aminah "Si Bunga Quraisy" sebagai isteri Abdullah bin&lt;br /&gt;Abdul Muthalib di antara gadis lain yg cantik dan suci. Banyak gadis yg&lt;br /&gt;meminang Abdullah sebagai suaminya seperti Ruqaiyah bt Naufal, Fatimah&lt;br /&gt;bt Murr, Laila al Adawiyah, dan masih banyak wanita lain yg telah&lt;br /&gt;meminang Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Ishaq menuturkan tentang Abdul Muthalib yg membimbing tangan&lt;br /&gt;Abdullah anaknya setelah menebusnya dari penyembelihan. Lalu membawanya&lt;br /&gt;kpd Wahab bin Abdu Manah bin Zuhrah - yg waktu itu sebagai pemimpin bani&lt;br /&gt;Zuhrah - utk dikawinkan dgn Aminah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah adalah pemuda paling tampan di Makkah. Paling memukau dan&lt;br /&gt;paling terkenal di Makkah. Tak heran, jika ketika ia meminang Aminah,&lt;br /&gt;banyak wanita Makkah yg patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya yg semula memancar di dahi Abdullah kini berpindah ke Aminah,&lt;br /&gt;padahal cahaya itulah yg membuat wanita-wanita Quraisy rela menawarkan&lt;br /&gt;diri sebagai calon isteri Abdullah. Setelah berhasil mengawini Aminah,&lt;br /&gt;Abdullah pernah bertanya kpd Ruqaiyah mengapa tidak menawarkan diri lagi&lt;br /&gt;sebagai isterinya.Jawab Ruqaiyah, " Cahaya yg ada padamu dulu telah&lt;br /&gt;meninggalkanmu, dan kini aku tidak memerlukanmu lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah bi Murr yg ditanyai juga berkata, " Hai Abdullah, aku bukan&lt;br /&gt;seorang wanita jahat, tetapi kulihat aku melihat cahaya di wajahmu, krn&lt;br /&gt;itu aku ingin memilikimu. Namun Allah tak mengizinkan kecuali&lt;br /&gt;memberikannnya kpd orang yang dikehendakiNya." Jawaban serupa juga&lt;br /&gt;disampaikan oleh Laila al Adawiyah. "Dulu aku melihat cahaya bersinar di&lt;br /&gt;antara kedua matamu krn itu aku mengharapkanmu. Namun engkau menolak.&lt;br /&gt;Kini engkau telah mengawini Aminah, dan chaya itu telah lenyap darimu."&lt;br /&gt;Memang "cahaya" itu telah berpindah dari Abdullah kpd Aminah. Cahaya ini&lt;br /&gt;setelah berpindah-pindah dr sulbi-sulbi dan rahim-rahim lalu menetap pd&lt;br /&gt;Aminah yg melahirkan Nabi Muhammad SAW. Bagi Muhammad merupakan hasil&lt;br /&gt;dari doa Ibrahim bapanya. Kelahirannya sebagai khabar gembira dari Isa&lt;br /&gt;saudaranya, dan merupakan hasil mimpi dari Aminah ibunya. Aminah pernah&lt;br /&gt;bermimpi seakan-akan sebuah cahaya keluar darinya menyinari&lt;br /&gt;istana-istana Syam. Dari suara ghaib itu mendengar, "Engkau sedang&lt;br /&gt;mengandung pemimpin ummat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mengabulkan doa Ibrahim as seperti disebutkan dalam surah al&lt;br /&gt;Baqarah ayat 129&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami. Utuslah bagi mereka seorang rasul dari kalangan mereka."&lt;br /&gt;Dan terwujudlah kabar gembira dari Isa as. seperti tersebut dlm surah&lt;br /&gt;as Shaff ayat 6 "Dan memberi khabar gembira dgn (datangnya) seorang&lt;br /&gt;rasul yg akan datang sesudahku, namanya Ahmad (Muhammad)." Benar pulalah&lt;br /&gt;tentang ramalan mimpi Aminah tentang cahaya yg keluar dari dirinya yg&lt;br /&gt;menerangi istana-istana Syam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-8731574207817663652?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/8731574207817663652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/aminah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8731574207817663652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8731574207817663652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/aminah.html' title='Aminah'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-7172170097821995</id><published>2009-06-05T18:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:49:00.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Al Khawarizmi</title><content type='html'>Al Khawarizmi"Kumpulan Ilmu Islam" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Islam benar-benar sebuah peradaban yang lengkap jika kita mau mempelajarinya. Dari obat-obatan sampai matematika ada di dalamnya, begitu juga para ahlinya. Jika dalam edisi kemarin eL-Ka menampilkan tokoh Islam klasik yang ahli di banyak bidang terutama kedokteran, kali ini giliran tokoh matematika yang akan memperkenalkan diri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di antara kita, banyak sekali yang mengenal dan mungkin pernah belajar satu teori matematika yang bernama Algoritma. Sebuah teori yang mempermudah manusia menghitung dalam jumlah besar dengan menggunakan sistem decimal. Jika kita pernah mempelajari, ada satu pertanyaan menarik, pernahkah kita tahu siapa yang pertama kali menemukan dan memperkenalkan rumus Algoritma? Tak lain dan tak bukan adalah orang-orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Abu AbdullahMuhammad Ibn Musa Al Khawarizmi, seorang intelektual Islam yang lahir pada tahun 770 Masehi, di sebuah kota bernama Khawarizmi. Tak ada data yang pasti tentang tanggal dan kapan tepatnya Al Khawarizmi dilahirkan. Khawarizmi adalah sebuah kota kecil sederhana di pinggiran sungai Oxus, tepatnya di bagian selatan sungai itu. Sungai Oxus adalah satu sungai yang mengalir panjang dan membelah negara Uzbekistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uzbekistan, adalah sebuah negara muslim yang besar sebelum tentara Rusia mengambil alih dan menggempur daerah itu pada tahun 1873. Ratusan tahun lebih Uzbekistan berada dalam tatanan pemerintahan Islam dengan penduduk mayoritas Islam yang hidup makmur dengan rahmat melimpah. Tapi rupanya, hal ini membuat orang-orang Rusia mulai melirik Uzbekistan menjadi satu di antara banyak negara jajahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa Al Khawarizmi dipanggil dengan sebutan Al Khawarizmi, untuk menunjukkan tempat awal dilahirkannya tokoh kita kali ini. Pada saat Al Khawarizmi masih kecil, kedua orang tuanya berimigran, pindah dari Uzbekistan menuju Baghdad, Irak. Saat itu Irak di bawah pemerintahan Khalifah Al Ma'mun yang memerintah sepanjang tahun 813 sampai 833.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak di kota inilah lahir sebuah konsep matematika yang oleh orang Barat dan kita di sini sekarang, menyebutnya sebagai Algoritma. Entah bagaimana awalnya sampai menjadi Algoritma, tapi yang jelas ia berasal dari kata Al Khawarizmi. Mungkin orang-orang Barat dengan lidahnya terlalu sulit menyebutkan dengan fasih kata Al Khawarizmi sehingga menjadi Algoritma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Khawarizmi adalah seorang tokoh matematika besar yang pernah dilahirkan Islam dan disumbangkan pada peradaban dunia. Dan mungkin tak seratus tahun sekali akan lahir ke dunia orang-orang seperti dia. Meski namanya dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang matematika, sebenarnya ia juga ahli dalam bidang yang lain. Al Khawarizmi juga seorang astronomi, ia juga seorang yang ahli dalam ilmu geografi dan segala seluk belum tentang tanah dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang menarik dalam Islam, seorang tokoh yang ahli dan dikenal dalam satu bidang, selalu saja ahli pula dalam bidang yang lain. Ada kesimpulan yang bisa ditarik dari sini, bahwa Islam adalah sebuah tatanan menyeluruh yang tak terpisahkan. Belajar matematika tak lepas pula belajar astronomi. Belajar astronomi tak ketinggalan pula belajar tentang keindahan alam dan itu tak terlepas pula dari pelajaran tauhid. Bahwa kedahsyatan alam ini tercipta karena kebesaran Allah pada manusia dan semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Khawarizmi selain terkenal dengan teori Algoritmanya, ia juga dikenal sebagai seorang yang membangun teori-teori matematika lain, di antaranya Aljabar. Salah satu kehebatan Al Khawarizmi adalah, ia tak hanya mengenali satu hal sebagai subyek saja, tapi ia juga mampu menyelesaikan masalah yang ada dalam subyek tersebut. Dunia benar-benar tak bisa lepas dari jasa-jasa orang-orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aljabar diambil dari kata depan judul buku yang dikarang oleh Al Khawarizmi, "Al Jabr wa Al Muqabilah". Dalam buku ini ia merumuskan dan menjelaskan secara detail table trigonometri yang biasa kita pelajari saat ini. Tak hanya itu, jika kita pelajari secara detail, buku ini ternyata mengenalkan teori-teori kalkulus dasar dengan gampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain karya-karyanya di bidang matematika, Al Khawarizmi juga melahirkan karya dalam bidang astronomi. Ia membuat tabel yang mengelompokkan ilmu perbintangan ini. Pada awal abad 12, karya-karya Al Khawarizmi diterjemahkan ke dalam bahasa lain, dan yang pertama kali adalah bahasa latin oleh Adelard of bath dan Gerard of Cremona. Kita-kita itu adalah, The Treatise of Arithmetic, Al Muqala fi Hisab Al Jabr wa Al Muqabilah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak universitas di Eropa, buku-buku karya Al Khawarizmi masih menjadi acuan dan text book untuk mahasiswa di sana sampai pertengahan abad ke enam belas. Karya-karyanya, setelah di terjemahkan dalam bahasa Latin, kemudian menyusul bahasa-bahasa lain seperti bahasa-bahasa yang digunakan di Eropa dan terakhir diterjemahkan dalam bahasa Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang astronomi pun, Al Khawarizmi menyumbangkan karya-karya besarnya yang tak terbatas. Begitu juga dalam bidang geografi, ia membuat koreksi-koreksi mendasar pada pemikiran filsuf Yunani tentang geografi. Dalam sejarah tercatat tujuh puluh orang yang ahli dalam bidang geografi bekerja di bawah koordinasi Al Khawarizmi. Grup ini kemudian melahirkan peta bumi yang kita kenal sebagai globe untuk pertama kali. Karya ini dikenal dunia pada tahun 830 masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, tahun 840, Al Khawarizmi meninggal dunia dengan warisannya khazanah dalam ilmu pengetahuan dunia. Kita yang masih hidup saat ini, tak bisa berbicara matematika tanpa menyebut nama Al Khawarizmi. Kita juga tak bisa bersenang-senang, tanpa mengucapkan terima kasih pada Al Khawarizmi saat mempermainkan bola dunia alias globe. Tapi yang lebih penting dari itu adalah, bagaimana caranya kita semua, mampu menjadi seperti dia. Menerangi dunia dan memberi pencerahan dengan Ilmu-ilmu Islam. Kita pasti bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-7172170097821995?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/7172170097821995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/al-khawarizmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/7172170097821995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/7172170097821995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/al-khawarizmi.html' title='Al Khawarizmi'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-4639407664158727653</id><published>2009-06-05T18:44:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:45:35.578-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Al-Hasan Al-Basri</title><content type='html'>Al-Hasan Al-Basri Belajar Ilmu dari Sahabat Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama asli beliau Al-Hasan bin Yasar. Belilau dilahirkan di Madinah sekitar tahun 30 Hijrah dan dibesarkan di rumah isteri-isteri Nabi Saw. terutamanya di rumah Ummu Salamah Ra. Beliau dididik di rumah Ummu Salamah Ra., salah seorang wanita Arab yang memiliki kesempurnaan akal pikiran, seorang yang mempunyai kelebihan dan kebijaksanaan, istri Rasulullah Saw. yang memiliki ilmu sangat luas, istri Nabi Saw. yang paling banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah serta termasuk di kalangan kumpulan kecil wanita yang pandai menulis pada zaman jahiliah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan juga mendapat penghormatan karena pernah menyusu kepada Ummul Mukminin Ummu Salamah Ra. ketika ibu beliau keluar untuk beberapa keperluan. Waktu itu beliau masih kecil dan masih menyusu. Ketika beliau menangis kelaparan, Ummu Salamah Ra. mengambilnya lalu menggendongnya dan membiarkannya menyusu. Padahal waktu itu tidak ada air susunya. Hal itu dilakukan agar Al-Hasab tidak menangis. Karena Ummu Salamah sangat sayang kepada Al-Hasan, tiba-tiba Allah menakdirkan Ummu Salamah mengeluarkan air susu, sehingga Al-Hasan dapat menyusu dan berhenti menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kecil, Al-Hasan senantiasa hidup berpindah-pindah di antara rumah-rumah Ummul Mukminin. Kehidupan yang demikian menyebabkan Al-Hasan terdidik di dalam suasana yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan belajar kepada sahabat-sahabat yang terkemuka di masjid Rasulullah Saw. seperti Utsman bin Affan, Abdullah bin Abbas, Ali bin Abu Thalib, Abu Musa Al-Asy'ariy, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, dan Abdullah bin Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usia Al-Hasan menginjak 14 tahun, beliau bersama kedua orangtuanya pindah ke Basrah dan menetap di sana. Pada masa tersebut, Basrah merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan terbesar di mana masjidnya sering dikunjungi oleh para sahabat terkemuka terutama Abdullah bin Abbas. sahabat yang sering didekati Al-Hasan untuk mempelajari ilmu Tafsir, Hadis, dan Qiraat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari Abdullah bin Abbas, Al-Hasan juga mempelajari ilmu Fikih, Bahasa dan Adab dari para sahabat sehingga beliau muncul sebagai orang yang paling alim pada zamannya. Akhirnya ramai orang mengikuti pengajian beliau. Kepandaian dan kemasyhuran beliau makin tersebar, sehingga beliau sangat disayangi oleh banyak orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-4639407664158727653?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/4639407664158727653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/al-hasan-al-basri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4639407664158727653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4639407664158727653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/al-hasan-al-basri.html' title='Al-Hasan Al-Basri'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-4665623259740353202</id><published>2009-06-05T18:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:43:45.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Aisyah binti Abu Bakar</title><content type='html'>Aisyah binti Abu Bakar Wanita Luar Biasa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heranlah jika Aisyah selalu dibakar rasa cemburu. Ketika dinikah Rasulullah, ia baru saja beranjak remaja. Sembilan tahun kala itu usianya. Putri Abu Bakar ini, meski seorang yang pencem-buru, tapi ia adalah wanita yang cerdas dan periang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena kecerdasannya itulah, ribuan hadits Rasulullah mampu dihimpunnya. Pernikahan Aisyah dengan Rasulullah, ternyata tak membuat heboh penduduk Makkah. Kekariban Rasulullah dan Abu Bakar melebihi pertalian saudara sedarah. Tapi sebaliknya, untuk orang-orang munafik, peristiwa ini dikipasi agar besar dan menjatuhkan nama Rosulullah. Segala fitnah dilancarkan, mulai dari umur Aisyah yang belum dewasa sampai Muth’im bin Adiy yang lebih dulu melamar Aisyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi takdir Allah berkata lain. Jadilah Aisyah istri Rasulullah.&lt;br /&gt;Sebagai istri, meski masih muda, Aisyah telah membuktikan ketabahan kesabarannya. Ketabahan itu dibuktikan saat Rosulullah dan Abu Bakar pergi berhijrah. Rasulullah, tak tega membawa istrinya yang masih belia, karena perjalanan yang akan ditempuh bukanlah perjalanan mudah. Bahaya dan musuh selalu mengintai. Keselamatan Rasulullah sendiri masih dipertaruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati cemas dan berdebar, Aisyah selalu mengumpulkan berita tentang perjalanan hijrah Rasulullah dan ayahnya. Lewat saudara-saudaranya ia mendengar bahwa Rasulullah telah meninggal-kan kota Makkah dengan selamat. Kabar itu melegakan hatinya, meski hanya sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga sejak keberangkatan Rasulullah, ia menanti-nanti kedatangan Asma, Kakak perempuannya. Dari Asma lah diharap-kan kabar suami tercinta dan Ayahanda didengarnya. Tapi Asma tak juga kunjung tiba, dan Aisyah kian gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama menunggu, akhirnya Asma terlihat juga. Dengan langkah gontai, ia menghampiri Aisyah. Istri Rasulullah ini langsung memeluk Asma yang ikat pinggangnya koyak. Kemudian Asma menceritakan, kisah perjalanan Rasulullah dan Abu Bakar. Ikat pinggangnya koyak, karena digunakan untuk mengikat bekal di punggung unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah peristiwa hijrah Rasulullah, Aisyah menyusul berangkat ke Madinah. Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Haritsah dan Abu Rafi menjemput Aisyah. Perjalanan yang berbahaya itu ditempuh Aisyah dengan riang gembira. Maklum, karena itu adalah jarak paling jauh yang pernah ia tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membayangkan, betapa menyenangkan hidup dan tinggal di kota baru dengan masyarakat yang baru pula. Saat asyik-asyiknya ia menikmati rasa hatinya, tiba-tiba rombongan itu dikecutkan oleh unta Aisyah yang tiba-tiba lari melesat. Tapi Alhamdulillah, Aisyah selamat tak kurang apa, meski banyak membuat orang cemas dan gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah adalah satu-satunya istri Rasulullah yang dinikahi dalam keadaan gadis. Selebihnya adalah janda. Dalam beberapa kitab dituliskan, Aisyah adalah seorang wanita yang manis. Berambut ikal mayang, berwajah cerah dan berkulit putih kemerah-merahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah menarik saat pertama kali perjumpannya dengan Rasulullah. Asiyah menuturkan, “Pada suatu hari, saat aku bermain ayunan, ibuku datang mendekat. Diturunkannya aku, mukaku diber-sihkan dan rambutku diikat. Kemudian aku digandeng sampai ke pintu. Ibuku mengajakku masuk ke dalam ruangan, di sana kulihat Rasulullah dan mendudukkan aku dalam ruangan itu. Ketika itu aku masih seorang gadis remaja. Tak lama setelah itu masuklah seorang pembantu membawa sebuah wadah berisi susu. Rasulullah meminumnya lebih dulu, lalu sisanya diberikan kepadaku. Kuterima wadah itu dengan perasaan malu, dan kuminum susu itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah, meski seorang gadis, Allah tak mentakdirkan Rasulullah memperoleh keturunan darinya. Justru dari istri pertama, Khadijah, Rasulullah mendapat keturunannya. Zainab, Ummi Kultsum, Ruqayyah dan Fatimah adalah putri-putri dari Khadijah. Sedangkan putranya adalah Qosim dan Abdullah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-4665623259740353202?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/4665623259740353202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/aisyah-binti-abu-bakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4665623259740353202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4665623259740353202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/aisyah-binti-abu-bakar.html' title='Aisyah binti Abu Bakar'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-8545826606244810137</id><published>2009-06-05T18:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:41:52.677-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Abdurrahman bin Auf 2</title><content type='html'>Abdurrahman bin Auf: Penakluk Kepalsuan Dunia &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan sahabat yang mula-mula masuk Islam. Ia termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasululah. Selain itu, ia juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah menggantikan Umar bin Khaththab. Ia adala seorang mufti yang dipercaya Rasulullah untuk berfatwa di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah Saw melakukan pembinaan di rumah Arqam bin Abil Arqam, kira-kira dua hari setelah Abu Bakar masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi' Al-Anshari, salah seorang kaya yang pemurah di Madinah. Abdurrahman pernah ditawari Sa'ad untuk memilih salah satu dari dua kebunnya yang luas. Tapi, Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa'ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, Abdurahman bin Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kesuksesan itu tak membuatnya lupa diri. Ia tak pernah absen dalam setiap peperangan yang dipimpin Rasulullah. Suatu hari, Rasulullah Saw. berpidato membangkitakn semangat jihad dan pengorbanan kaum Muslimin. Beliau berkata, "Bersedekahlah kalian, karena saya akanmengirim pasukan ke medan perang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medengar ucapan itu, Abdurrahman bin Auf bergegas pulang dan segera kembali ke hadapan Rasulullah. "Ya, Rasulullah, saya mempunyai uang empat ribu. Dua ribu saya pinjamkan kepada Allah, dan sisanya aya tinggalkan untuk keluarga saya," ucap Abdurrahman. Lalu Rasulullah mendoakannya agar diberi keberkahan oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah Saw. membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum dalam perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khaththab berbisik kepada Rasulullah Saw, "Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Rasulullah pun bertanya kepada Abdurrahman, "Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?"&lt;br /&gt;Abdurrahman menjawab, "Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripda yan gsaya sumbangkan."&lt;br /&gt;"Berapa?" Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;Abdurrahman menjawab, "Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah." Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. Abdurrahman bin Auf kini telah menjadi orang terkaya di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman bin Auf yang terdiri dari 700 ekor unta yang dimuati bahan pangan, sandang, dan barang-barang kebutuhan penduduk tiba di Madinah. Terdengar suara gemuruh dan hiruk-pikuk, sehingga Aisyah bertanya kepada seseorang, "Suara apakah itu?" &lt;br /&gt;Orang itu menjawab, "Iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman."&lt;br /&gt;Aisyah berkata, "Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Abdurrahman di dunia dan akhirat. Saya mendengar Rasulullah bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu langsung menemui Abdurrahman bin Auf dan menceritakan apa yang didengarnya dari Aisyah. Mendengar hal itu, ia pun bergegas menemui Aisyah. "Wahai Ummul Mukminin, apakah ibu mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah?"&lt;br /&gt;"Ya," jawab Aisyah.&lt;br /&gt;"Seandainya aku sanggup, aku ingin memasuki surga dengan berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya kuserahkan untuk jihad fi sabilillah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mendengar bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat berinfak dan bersedekahnya makin meningkat. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 ekor kuda perang,dan 1.500 ekor unta ia sumbangan untuk peruangan menegakkan panji-panji Islam di muka bumi. Mendengar hal itu, Aisyah mendoakan, "Semoga Allah memberinya minum dengan air dari telaga Salsabil (nama sebuah telaga di surga)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir hayatnya, Abdurrahman pernah disuguhi makanan oleh seseorang -- padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata, "Mush'ab bin Umair syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, makakakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini." Setelah itu, ia menangis tersedu-sedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, "Anda telah mendapat kasih sayang Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-8545826606244810137?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/8545826606244810137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abdurrahman-bin-auf-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8545826606244810137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8545826606244810137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abdurrahman-bin-auf-2.html' title='Abdurrahman bin Auf 2'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-7926735684587287107</id><published>2009-06-05T18:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:37:45.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Abdurrahman bin Auf</title><content type='html'>Abdurrahman Bin 'Auf, Saudagar yang Dijamin Surga &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada suatu hari, kota Madinah sedang aman dan tenteram, terlihat debu tebal yang mengepul ke udara, datang dari tempat ketinggian di pinggir kota; debu itu semakin tinggi bergumpal-gumpai hingga hampir menutup ufuk pandangan mata. Angin yang bertiup menyebabkan gumpalan debu kuning dari butiran-butiran sahara yang lunak, terbawa menghampiri pintu-pintu kota, dan berhembus dengan kuatnya di jalan-jalan rayanya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orang banyak menyangkanya ada angin ribut yang menyapu dan menerbangkan pasir. Tetapi kemudian dari balik tirai debu itu segera mereka dengar suara hiruk pikuk, yang memberi tahu tibanya suatu iringan kafilah besar yang panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, sampailah 700 kendaraan yang sarat dengan muatannya memenuhi jalan-jalan kota Madinah dan menyibukkannya. Orang banyak saling memanggil dan menghimbau menyaksikan keramaian ini serta turut bergembira dan bersukacita dengan datangnya harta dan rizqi yang dibawa kafilah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummul Mu'minin Aisyah ra demi mendengar suara hiruk pikuk itu ia bertanya, "Apakah yang telah terjadi di kota Madinah?" Mendapat jawaban, bahwa kafilah Abdurrahman bin 'Auf baru datang dari Syam membawa barang-barang dagangannya. Kata Ummul Mu'minin lagi, "Kafilah yang telah menyebabkan semua kesibukan ini?" "Benar, ya Ummal Mu'minin, karena ada 700 kendaraan!" Ummul Mu'minin menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari melayangkan pandangnya jauh menembus, seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat atau ucapan yang pernah didengarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian katanya, "Ingat, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Kulihat Abdurrahman bin 'Auf masuk surga dengan perlahan-lahan!'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin 'Auf masuk surga dengan perlahan-lahan? Kenapa ia tidak memasukinya dengan melompat atau berlari kencang bersama angkatan pertama para shahabat Rasul? Sebagian shahabat menyampaikan cerita Aisyah kepadanya, maka ia pun teringat pernah mendengar Nabi saw. Hadits ini lebih dari satu kali dan dengan susunan kata yangberbeda-beda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskannya, ditujukannya langkah-langkahnya ke rumah Aisyah lalu berkata kepadanya, "Anda telah mengingatkanku suatu Hadits yang tak pernah kulupakannya." Kemudian ulasnya lagi, "Dengan ini aku mengharap dengan sangat agar anda menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya, kupersembahkan di jalan Allah 'azza wajalla!" Dan dibagikannyalah seluruh muatan 700 kendaraan itu kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya sebagai perbuatan baik yang sangat besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang satu ini saja, melukiskan gambaran yang sempurna tentang kehidupan shahabat Rasulullah, Abdurahman bin 'Auf. Dialah saudagar yang berhasil. Keberhasilan yang paling besar dan lebih sempurna! Dia pulalah orang yang kaya raya. Kekayaan yang paling banyak dan melimpah ruah. Dialah seorang Mu'min yang bijaksana yang tak sudi kehilangan bagian keuntungan dunianya oleh karena keuntungan agamanya, dan tidak suka harta benda kekayaannya meninggalkannya dari kafilah iman dan pahala surga. Maka dialah ra yang membaktikan harta kekayaannya dengan kedermawanan dan pemberian yang tidak terkira, dengan hati yang puas dan rela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-7926735684587287107?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/7926735684587287107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abdurrahman-bin-auf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/7926735684587287107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/7926735684587287107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abdurrahman-bin-auf.html' title='Abdurrahman bin Auf'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-8826092715271885831</id><published>2009-06-05T18:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:31:18.624-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Abu Muslim Al Khaulani</title><content type='html'>Abu Muslim al-Khaulani(1): Jilatan Apipun Menjadi Dingin &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agak tergopoh-gopoh pemuda itu bertolak dari Yaman menuju kota Madinah. Gejolak kalbunya untuk bertemu Rasulullah semakin menguat, semenjak ia mendengar kabar tentang sakit keras yang diderita Rasul SAW. Pemuda itu bernama Abu Muslim al-Khaulani. Ia memang belum pernah melihat Rasulullah, namun keimanan pemuda ini terkenal teguh dan kuat. Masyarakat Yaman mengagumi keshalihan dan keta’atannya yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari menempuh perjalanan siang malam, sampailah ia diperbatasan Yatsrib (Madinah), tiba-tiba ia mendengar berita yang sangat membuatnya sedih; Rasulullah SAW telah wafat. Dan kepemimpinan kaum muslimin saat itu telah beralih kepada Abu Bakar Shiddiq ra.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Abu Muslim menginjakkan kakinya di Madinah. Ia terus berlalu menuju masjid Rasulullah SAW, masjid Nabawi. Setelah menginkat ontanya di pelataran masjid, di depan pintu masjid ia mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah. Pemuda itu melakukan shalat dengan penuh khusyu’. “Dari manakah anda wahai pemuda ?” Umar ra yang saat itu juga berada di dalam masjid menyapa Abu Muslim, setelah usai shalat. Abu Muslim menjawab: “Aku dari Yaman.” Agak terperanjat Umar mendengar jawaban Abu Muslim, lalu ia segera bertanya: “…Tolong segera ceritakan kepadaku bagaimana keadaan hamba Allah yang telah dibakar oleh musuh-Nya, kemudian ia diselamatkan dari jilatan api…?” Abu Muslim pun menjelaskan: “Alhamdulillah, saat ini dia berada dalam kebaikan dan karunia Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal pertemuannya dengan pemuda Yaman ini, sebenarnya Umar telah menyimpan simpatik melihat sikap dan gerak-gerik Abu Muslim. Sekarang, dengan seksama Umar memandang wajah dan perawakan pemuda itu, dan akhirnya ia berkata: “Demi Allah, bukankah anda ini orangnya…?”. Abu Muslim pun menjawab: “Ya benar.” “Alhamdulillah yang telah memperkenankan diriku bertemu dengan salah seorang ummat Muhammad yang telah diberi karunia Allah sebagaimana karunia yang pernah diberikan kepada khalil-Nya Ibrahim as …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, karena keteguhan imannya, Allah SWT telah menunjukkan kekuasaannya atas pemuda Abu Muslim. Ia pernah dibakar oleh seorang musuh Allah yang mengaku nabi, namun jilatan api itu tak dapat membakar jasad Abu Muslim. Kisah tentang peristiwa ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang jatuh sakitnya Rasulullah SAW sepulangnya dari haji wada’ menyebar ke seluruh pelosok Jazirah Arab. Di tanah Yaman ada seorang yang berbadan kekar dan berperangai keji. Ia adalah salah seorang bekas dukun dan tukang tipu di masa jahiliyyah. Namanya Aswad al-‘Ansiy. Berita tentang sakit keras yang diderita Rasulullah itu kemudian dijadikan kesempatan untuk murtad dari agama Islam dan mengaku sebagai nabi. Aswad al-‘Ansiy terkenal sebagai yang pandai bicara, pintar diplomasi, otaknya cukup cerdas, pandai menarik perhatian, paling bisa mengutak-atik pikiran manusia dengan perkataan bathil serta mencari lobi orng-orang tertentu untuk kepentingan pribadinya. Dihadapan umum, ia selalu melindungi wajahnya dibalik selembar kain hitam. Itu sengaja dilakukan untuk menyamarkan jati dirinya dan menimbulkan wibawa dihadapan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat seruan da’wah Aswad al-‘Ansiy yang mengaku nabi telah terdengar kemudian memperoleh pendukung di Yaman. Da’wah Aswad al-‘Ansiy telah diikuti mayoritas penduduk Yaman yang memang berasal dari kabilahnya sendiri, yaitu qabilah Bani Madzhaj. Saat itu, qabilah Bani Madzhaj adalah kelompok yang paling berkuasa di Yaman. Aswad al-‘Ansiy mengeluarkan fatwa bahwa malaikat dari langit telah turun kepadanya memberi wahyu dan memberitakan hal-hal ghaib. Perkataan itu ia perkuat dengan segala cara untuk meyakinkan manusia. Ia juga menyebarkan anak buahnya disetiap tempat. Tugas mereka selain sebagai informan tentang keadaan dan kondisi masyarakat Yaman, juga menciptakan kekacauan dan kesulitan di kalangan masyarakat untuk kemudian menganjurkan mereka mengadukan permasalahannya kepada Aswad al-‘Ansiy. Masyarakat pun datang berbondong-bondong ke hadapan Aswad al-‘Ansiy, masing-masing mengadukan kesulitannya. Dan tentu saja, manusia durhaka itu dengan penampilan yang meyakinkan seolah-olah ia mengetahui segala permasalahan mereka. Praktek kekufuran ini telah merebak cepat dan luas, hingga Hadramaut dan Tha’if, bahkan sampai wilayah Bahrain dan ‘Adn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan Mewariskan Keberanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi inilah terdengar berita keshalihan dan keteguhan seorang pemuda yang bernama Abu Muslim al-Khaulani. Seorang pemuda yang tetap yakin dengan keimanannya dan tetap berpegang teguh terhadap prinsip Islamnya. Bahkan dengan terang-terangan ia berani mencela dan membantah kelakuan Aswad al-‘Ansiy. Mendegar hal ini Aswad al-‘Ansiy segera mengumpulkan sesepuh aliran sesatnya dan mengatur makar untuk memaksa Abu Muslim melalui siksaan atau pembunuhan. Caranya adalah dengan mengadakan upacara peribadatan dan mengundang segenap masyarakat untuk mendatanginya. Ditengah lapangan upacara sudah tersedia tumpukan kayu yang telah dibakar. Ia mengumumkan kepada khalayak tentang pertobatan seorang faqih Yaman, yang selama ini telah dieluelukan oleh sebagian masyarakat; Abu Muslim al-Khaulani, untuk mengakui kenabiannya. Mendengar hal tersebut, Abu Muslim sama sekali tidak gentar, bahkan demi keimanannya ia berani mempertaruhkan nyawa jika memang dikehendaki Allah. Disamping itu ia juga merasa berkewajiban untuk menentang sekaligus menjatuhkan wibawa nabi palsu itu dihadapan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aswad al-‘Ansiy duduk dengan congkak diatas singgasananya dihadapan kobaran api. Dan Abu Muslim dengan penuh tawakkal kepada Allah maju ke tengah lapangan. Mulailah dialog antara musuh Allah dengan hamba-Nya yang shalih. Aswad al-‘Ansiy bertanya: “Apakah anda bersaksi bahwa Muhammad Rasulullah?,” “Ya, saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah, dia penghulu para Rasul dan Nabi terakhir…” dengan tegas Abu Muslim menjawab pertanyaan tersebut. Aswad al-‘Ansiy pun bertanya: “Apakah anda mengakui bahwa saya adalah utusan Allah?”. Dengan tenang dan tanpa sejumput rasa takut Abu Muslim berkata: “Aduh, sayang telingaku kurang jelas menangkap kata-katamu…” Tapi setelah berulang kali Aswad mengulang pertanyaannya, Abu Muslim tetap menjawab dengan kata-kata yang sama. Mendengar ejekan itu dan melihat ketenangan dan keteguhan Abu Muslim akhinya Aswad al-‘Ansiy naik pitam dan memvonis Abu Muslim untuk dibakar di tengah api yang telah menyala-nyala. Para sesepuh Nabi palsu itu semula telah membisiki kekhawatirannya kepada Aswad al-‘Ansiy: “Pemuda ini jiwanya bersih, dan do’anya pasti mustajab. Allah takkan melupakan seorang hamba-Nya yang tak melupakan-Nya disaat kesulitan. Ada beberapa kemungkinan jika engkau memasukkan dia ke dalam api. Bila ternyata ia diselamatkan oleh Allah dari jilatan api, kedok kita akan terbuka, berarti apa yang engkau upayakan selama ini akan hancur dan orang-orang pasti akan mengingkari kita. Dan bila ternyata api telah membakarnya, pasti orang-orang akan kagum terhadap sikapnya dan mereka akan mendudukkannya di deretan para syuhada. Karena itu biarkan saja dia …”. Namun rupanya kemarahan Aswad al-‘Ansiy sudah tak dapat terbendung sehingga hukuman pembakaran itu tetap dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terjadilah apa yang dikehendaki Allah, ternyata jilatan api tak dapat membakar jasad Abu Muslim al-Khaulani. Kejadian tersebut lalu membangkitkan keimanan penduduk Yaman dan serta merta mereka membunuh manusia terlaknat yang mengaku nabi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu, Abu Muslim tinggal di Madinah dan bergaul bersama para sahabat yang mulia seperti Abu Ubaidah, Abu Dzar, ‘Ubadah bin Shamit, Mu’adz bin Jabbal dan lain-lain. Sampai suatu ketika ia turut serta pergi ke perbatasan Syam bersama pasukan kaum muslimin yang hendak berperang melawan Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak kisah yang tercatat antara Abu Muslim dan Mu’awiyah bin Abi Sofyan tatkala beliau memegang kekhalifahan. Kisah-kisah tersebut menunjukkan kemuliaan pribadi dan ketinggian jiwa kedua-duanya, baik Abu Muslim dan Mu’awiyah. Pernah suatu ketika ditengah majlis khalifah yang dikelilingi oleh para pengawal dan penjaga, Abu Muslim berkata kepada khalifah: “Assalaamu’alaika ya ajiral mu’minin (orang upahan kaum mu’minin)”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan itu tentu saja para pengawal kaget dan mengingatkan Abu Muslim: “Amirul mu’minin ya Abu Muslim, bukan ajirul mu’minin.” Tapi lagi-lagi Abu Muslim mengucapkan hal yang sama “Assalaamu’alaika ya ajiral mu’minin.” Mereka kemudian menduga-duga apa yang akan dilakukan khalifah. Namun ternyata khalifah tidak marah, malah mempersilahkan Abu Muslim untuk menerangkan kata-katanya: “Biarkanlah Abu Muslim, insya Allah dia yang lebih tahu maksud kata-katanya.” Abu Muslim lalu menjelaskan: “Perumpamaan dirimu setelah diberi amanat oleh Allah untuk mengurus manusia adalah seperti seorang pemilik kambing yang menyewa orang lain untuk mengurus kambingnya. Pemilik kambing akan memberi upah atau balasan untuk orang itu bila ia dapat memelihara kambingnya dengan baik dan menjadikan susunya bertambah. Tapi jika ia teledor sehingga mengakibatkan kambing itu mati dan air susunya menyusut, tentu pemiliknya akan marah dan takkan memberi upah apa-apa terhadapnya. Pilihlah antara kedua hal ini yang baik untukmu…” Mu’awiyah yang semula menunduk kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, Terima kasih Ya Abu Muslim, kami memang mengenalmu sebagai penasihat bagi Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah pula tatkala Mu’awiyah menahan pemberian hak atas sebagian orang selama dua bulan, di tengah pidato khalifah, Abu Muslim berdiri dan berkata: “Wahai Mu’awiyah, sesungguhnya harta ini bukan hartamu, bukan pula harta ayah dan ibumu. Apa hakmu untuk menahan pemberian harta kepada manusia?” Air muka khalifah pun merah padam, ia marah mendengarkan perkataan Abu Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh khawatir orang-orang menunggu apa yang akan dilakukan Khalifah terhadap Abu Muslim. Tapi Mu’awiyah kemudian hanya memerintahkan masyarakat agar tidak bubar dan tetap dalam tempatnya. Mu’awiyah lalu turun dari mimbar dan berwudhu. Ia membasahi beberapa anggota tubuhnya dengan air. Setelah selesai ia kembali ke atas mimbar, mengucapkan hamdalah dan shalawat atas Rasulullah. Kemudian ia berkata: “Sesungguhnya Abu Muslim telah mengingatkan bahwa harta ini bukanlah hartaku, harta ibu atau ayahku. Perkataan Abu Muslim itu benar …. Dan aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya marah itu dari syaithan dan syaithan itu dari api. Air dapat mematikan api. Jaka jika salah seorang kalian marah, hendaklah ia berwudhu…Wahai manusia ilahkan ambil hak hak kalian ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah membalas kebaikan Abu Muslim Al-Khaulani. Beliau adalah contoh ideal tentang keberanian menyuarakan kebenaran. Semoga pula Allah meridhai Mu’awiyah bin Abi Sofyan dengan ridha yang sempurna. Beliau adalah contoh terbaik tentang sikap rujuk (kembali) kepada kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-8826092715271885831?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/8826092715271885831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abu-muslim-al-khaulani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8826092715271885831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8826092715271885831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abu-muslim-al-khaulani.html' title='Abu Muslim Al Khaulani'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-8775307877239400380</id><published>2009-06-05T18:24:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:39:49.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Abu Hurairah</title><content type='html'>Abu Hurairah: Pita Kaset Hadits Rasulullah &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya yakin, anda pasti kenal shahabat Rasulullah Saw. yang satu ini. Atau masih ada di antara anda yang belum kenal Abu Hurairah? Penghafal 1607 hadits Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Jahiliyah orang memanggilnya Abdu Syams (budak matahari). Setelah Allah memuliakannya dengan Islam, Rasulullah saw. bertanya, "Siapa nama anda?"&lt;br /&gt;"Abdu Syams," jawab Abu Hurairah singkat.&lt;br /&gt;"Bukannya Abdur Rahman?" tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, anda benar. Nama saya Abdur Rahman, ya Rasulullah!" jawab Abu Hurairah setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mengapa yang lebih populer nama Abu Hurairah, bukan Abdur Rahman? Padahal nama itu pemberian Nabi Saw. Nama Abu Hurairah adalah nama panggilannya waktu kecil. Waktu itu ia punya seekor kucing betina yang sering diajaknya bermain-main. Oleh karena itu teman-temannya menjulukinya Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah Saw. tahu asal-muasal panggilan itu, beliau sering memanggilnya Abu Hirr sebagai panggilan akrab. Dan sebenarnya, Abu Hurairah sendiri lebih suka dipanggil Abu Hirr ketimbang Abu Hurairah. Konon, hirr itu artinya kucing jantan, sedangkan hurairah kucing betina. Menurut Abu Hurairah, kucing janan lebih baik dari kucing betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah masuk Islam melalui Tufail bin Amr Ad-Dausy. Islam masuk ke negeri kaum Dausy kira-kira awal tahun ketujuh Hijriyah. Ketika itu Abu Hurairah menjadi utusan kaumnya menemui Rasulullah Saw. di Madinah. Setelah bertemu Rasulullah, Abu Hurairah memutuskan untuk berkhidmat kepada Rasulullah Saw. dan menemani beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Abu Hurairah tinggal di masjid tempat Rasulullah Saw. mengajar dan mengimami shalat. Selama Rasulullah Saw. hidup, Abu Hurairah belum mau beristri. Mungkin ia khawatir bila beristri, konsentrasinya dalam membantu Rasulullah terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah punya seorang ibu yang masih syirik. Tak henti-hentinya ia mengajak ibuya masuk Islam, karena ia amat mencintainya. Tapi, setiap Abu Hurairah mengajak masuk Islam, ibunya selalu menolak, bahkan tak jarang mengeluarkan umpatan yang menghina Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menangis, Abu Hurairah menemui Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;"Mengapa engkau menangis, wahai Abu Hurairah," tanya Nabi Saw. "Aku tak bosan-bosannya mengajak ibuku masuk Islam. Hari ini kembali kuajak ibuku masuk Islam. Tapi, ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak pantas mengenai engkau. Aku sendiri tak sudi mendengarnya. Tolong doakan agar ibuku mau masuk Islam, ya Rasulullah," pinta Abu Hurairah. Rasulullah Saw. pun memenuhi permintaan Abu Hurairah dan mendoakan agar ibu Abu Hurairah itu masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abu Hurairah pulang ke rumah ibunya. Ia bermaksud mengajak ibu yang dicintainya itu masuk agama Allah. Waktu itu pintu rumah tertutup. Tatkala ia hendak masuk, ibuya berkata, "Tunggu di tempatmu, hai Abu Hurairah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ibunya tengah berpakaian. Sejenak kemudian ibunya menyuruhnya masuk. Ketika telah berhadapan dengan ibunya, ibunya berkata, "Asyahadu an laa ilaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadar 'abduhu wa rasuuluh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah kembali menemui Rasulullah sambil menangis gembira, sebagaimana sebelumnya ia menangis lantaran sedih. "Bergembiralah wahai Rasulullah! Allah mengabulkan doa anda. Ibuku telah masuk Islam," tutur Abu Hurairah dengan wajah cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ibunya masuk Islam, hati Abu Hurairah menjadi tenang, seolah-olah terbebas dari himpitan batu besar yang menyesakkan dada. Ia pun bisa berkonsentrasi menimba ilmu dari Rasulullah. Kecintaannya kepada ilmu sama besarnya dengan kecintaannya kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid bin Tsabit pernah bercerita, suatu ketika ia, Abu Hurairah, dan seorang shahabat lainnya berdoa dan berdzikir di dalam masjid. Tiba-tiba Rasulullah Saw. mendatangi mereka. Mereka pun berhenti berdoa dan berdzikir. Rasulullah berkata, "Ulangi doa dan dzikir ang kalian baca!"&lt;br /&gt;Zaid bin Tsabit dan shahabat yang seorang lagi -- bukan Abu Hurairah -- berdoa. Rasulullah mengamini doa mereka berdua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abu Hurairah berdoa, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagaimana yang dimohon kedua shahabatku ini. Dan aku memohon kepada-Mu ilmu ang tak dapat aku lupakan." Rasulullah Saw. mengamini doa Abu Hurairah. Zaid dan seorang shahabat yang lain berkata, "Kami juga memohon kepada Allah ilmu yang yang tak dapat kami lupakan." Rasullah berkata, "Kalian telah didahului putra Bani Dausy (Abu Hurairah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. mengabulkan permintaan Abu Hurairah. Dia berhasil mengingat dan menghafal 1607 hadits Rasulullah Saw. bagi kaum Muslimin, sehingga dengan hadits-hadits itu berjuta-juta kaum Muslimin hingga akhir kiamat memperoleh petunjuk. Betapa besar pahala Abu Hurairah. Ya Allah, jadikan kami seperti Abu Hurairah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-8775307877239400380?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/8775307877239400380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abu-hurairah-pita-kaset-hadits.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8775307877239400380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8775307877239400380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abu-hurairah-pita-kaset-hadits.html' title='Abu Hurairah'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-1492009264640770288</id><published>2009-06-05T18:19:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:39:32.022-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Abdullah Bin Umar</title><content type='html'>Abdullah ibn Umar (1) : Sahabat Rasul, Sahabat Malam &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perang Khandak berkecamuk. Beredar kabar, siapa saja lelaki berusia 15 tahun ke atas berhak ikut berjihad. Mendengar itu seorang pemuda berseri-seri. Usianya saat itu masuk 15 tahun. Ia segera mendaftarkan diri. Itulah idamannya selama ini: berjihad bersama Rasulullah. Keikutsertaannya dalam berbagai medan jihad tak pernah lepas dalam sejarah hidup pemuda itu. Saat perang membuka kota Mekah (Futuh Makkah), ia berusia 20 tahun dan termasuk pemuda yang menonjol di medan perang. Dialah, Abdullah ibn Umar, atau Ibn Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penting sekali mendapatkan pengakuan (baiat) dari penduduk Madinah. Yang paling kukhawatirkan ada tiga orang: Husain ibn Ali, Abdullah ibn Zubair, dan Abdullah ibn Umar," Muawiyah berwasiat kepada anaknya, Yazid, yang telah dia nobatkan sebagai putra mahkota. Tiga orang itu telah menyatakan penentangannya pada pengangkatan Yazid ibn Muawiyah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Adapun Husain ibn Ali, aku berharap kamu dapat mengatasinya. Adapun Abdullah ibn Zubair, kalau kamu berhasil mengatasinya, kamu harus menghancurkannya hingga berkeping-keping. Sedangkan Ibn Umar, orang ini sebenarnya terlalu sibuk dengan urusan akhirat. Asal kamu tidak mengusik urusan akhiratnya ini, maka ia akan membiarkan urusan duniamu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkawan Malam. Menurut sebagian penulis riwayat, kaum muslimin masa itu sedang jaya-jayanya. Muncul daya tarik harta dan kedudukan membuat sebagian orang tergoda memperolehnya. Maka para sahabat melakukan perlawanan pengaruh materi itu dengan mempertegas dirinya sebgai contoh gaya hidup zuhud dan salih, menjauhi kedudukan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Umar pun dikenal sebagai pribadi yang berkawan malam untuk beribadah, dan berkawan dengan dinihari untuk menangis memohon ampunan-Nya. Akan halnya soal salat malam ini, ada riwayatnya. Di masa hayat Rasulullah, Ibn Umar mendapat karunia Allah. Setelah selesai salat bersama Rasulullah, ia pulang, dan bermimpi. "Seolah-olah di tanganku ada selembar kain beludru. Tempat mana saja yang kuingini di surga, kain beledru itu akan menerbangkanku ke sana. Dua malaikat telah membawaku ke neraka, memperlihatkan semua bagian yang ada di neraka. Keduanya menjawab apa saja yang kutanyakan mengenai keadaan neraka," begitulah diungkapkan Ibn Umar kepada saudarinya yang juga istri Rasul, Hafshah, keesokan harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafshah langsung menanyakan mimpi adiknya kepada Rasulullah. Rasulullah SAW bersabda, ni’marrajulu 'abdullah, lau kaana yushallii minallaili fayuksiru, akan menjadi lelaki paling utamalah Abdullah itu, andainya ia sering salat malam dan banyak melakukannya. Semenjak itulah, sampai meninggalnya, Ibn Umar tak pernah meninggalkan qiyamul lail, baik ketika mukim atau bersafar. Ia demikian tekun menegakkan salat, membaca Al-Quran, dan banyak berzikir menyebut asma Allah. Ia amat menyerupai ayahnya, Umar ibn Khatthab, yang selalu mencucurkan airmata tatkala mendengar ayat-ayat peringatan dari Al-Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ini, 'Ubaid ibn 'Umair bersaksi, "Suatu ketika kubacakan ayat ini kepada Abdullah ibn Umar." 'Ubaid membacakan QS 4:41-42 yang artinya: Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami datangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat, dan Kami mendatangkan kamu (Muhamad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). Di hari itu orang-orang kafir dan yang mendurhakai Rasul berharap kiranya mereka ditelan bumi, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadian pun." Maka Ibn Umar menangis hingga janggutnya basah oleh air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, Ibn Umar tengah duduk di antara sahabatnya, lalu membaca QS 83:-6 yang maknanya: Maka celakalah orang-orang yang berlaku curang dalam takaran. Yakni orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain meminta dipenuhi, tetapi mengurangkannya bila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain. Tidakkah mereka merasa bahwa mereka akan dibangkitkan nanti menghadapi suatu hari yang dahsyat, yaitu ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam. Lantas Ibn Umar mengulang bagian akhir ayat ke enam, "yauma yaquumun naasu lirabbil 'alamiin", ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam. Sembari air matanya bercucuran, sampai akhirnya ia jatuh karena sekapan rasa duka mendalam dan banyak menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah ibn Umar adalah salah satu sahabat Nabi yang berhati lembut dan begitu mendalam cintanya kepada Rasulullah. Sepeninggal Rasulullah SAW, apabila ia mendnegar nama Rasulullah disebut di hadapannya, ia menangis. Ketika ia lewat di sebuah tempat yang pernah disinggahi Rasulullah, baik di Mekah maupun di Madinah, ia akan memejamkan matanya, lantas butiran air bening meluncur dari sudut matanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sahabat Rasul, ahli ibadah dan dikaruniai mimpi yang haq, karena mimpinya dibenarkan Rasulullah, ia menjadi sosok yang tak punya minat lagi kepada dunia. Sebuah kecenderungan yang sudah nampak sejak ia remaja, ketika pertama kali gairahnya bangkit untuk ikut berjihad. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Ibn Umar dikatakan tak berhasrat pada dunia, sedang ia pedagang yang sukses? Bisa saja. Sebagai pedagang ia berpenghasilan banyak karena kejujurannya berniaga. Selain itu ia menerima gaji dari Baitul Maal. Tunjangan yang diperolehnya tak sedikitpun disimpan untuk dirinya sendiri, tetapi dibagi-bagikannya kepada fakir miskin. Berdagang buat Ibn Umar hanya sebuah jalan memutar rezeki Allah di antara hamba-hambanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Ibn Umar menerima uang sebanyak 4.000 dirham dan sehelai baju dingin. Sehari kemudian, periwayat yang bernama Ayub ibn Wail Ar-Rasibi melihat Ibn Umar sedang membeli makanan untuk hewan tunggangannya dengan berutang. Maka Ayub ibn Wail ini mencari tahu kepada keluarganya. Bukankah Abu Abdurrahman (maksudnya Ibn Umar) menerima kiriman empat ribu dirham dan sehelai baju dingin? Mengapa dia berutang untuk membeli pakan hewan tunggangannya? "Tidak sampai malam hari, uang itu telah habis dibagikannya. Mengenai baju dingin itu, mula-mula dipakainya, lalu ia pergi keluar, saat kembali ia sudah tak lagi memakai baju dingin itu. Ketika kami tanya ke mana baju dingin itu, Ibn Umar bilang sudah diberikannya kepada seorang miskin," demikian jawab keluarga Ibnu Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja Ayub ibn Wail bergegas menuju pasar. Ia berdiri di tempat yang agak tinggi dan berteriak. "Hai kaum pedagang, apa yang Tuan-tuan lakukan terhadap dunia. Lihatlah Ibn Umar, datang kiriman kepadanya sebanyak empat ribu dirham, lalu dibagi-bagikannya hingga esok pagi ia membelikan hewan tunggangannya makanan secara berutang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedermawanan Ibn Umar antara lain juga ditunjukkan dengan sikap hanya memberi mereka yang fakir miskin. Ia pun jarang makan sendirian. Anak-anak yatim atau golongan melarat kerap diajaknya makan bersama-sama. Ia pernah menyalahkan anak-anaknya sendiri lantaran mengundang jamuan makan untuk kalangan hartawan. "Kalian mengundang orang-orang yang dalam kekenyangan, dan kalian biarkan orang-orang kelaparan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang dermawan memang bukan mencari nama dengan kedermawanannya. Dalam kesehariannya, kaum dhuafa akrab dengan Ibn Umar. Sifat santunnya, terutama kepada fakir miskin, bukan basa-basi. Orang-orang fakir dan miskin sudah duduk menunggu di tepi jalan yang diduga bakal dilewati Ibn Umar, dengan harapan mereka akan terlihat oleh Ibn Umar dan diajak ke rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati. Adalah Abdullah ibn Umar orangnya, yang kalau dimintai fatwa enggan berijtihad. Karena takut berbuat kesalahan, meskipun ajaran Islam yang diikutinya sejak berusia 13 tahun memberi satu pahala bagi yang keliru berijtihad, dan dua pahala bagi yang benar ijtihadnya. Karena khawatir keliru berijtihad, ia pun menolak jabatan kadi atau kehakiman. Padahal ini jabatan tertinggi di antara jabatan kenegaraan dan kemasyarakatan, jabatan yang juga "basah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah khalifah Utsman r.a. mau memberi jabatan kadi, tapi Ibn Umar menolak. semakin Khalifah mendesak, Abdullah ibn Umar makin tegas menolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau tak hendak menaati perintahku?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama sekali tidak. Hanya, saya dengar para hakim itu ada tiga macam: pertama hakim yang mengadili tanpa ilmu, maka ia dalam neraka; kedua, yang mengadili berdasarkan nafsu, ia pun dalam neraka; dan ketiga, yang berijtihad sedang ijtihadnya betul, maka ia dalam keadaan berimbang, tidak berdosa tapi tidak pula beroleh pahala. Dan saya atas nama Allah memohon kepada antum agar dibebaskan dari jabatan itu," kata Ibnu Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah menerima keberatan itu dengan syarat, Ibn Umar tak menyamnpaikan alasan penolakannya kepada siapa pun. Sebab, jika seorang yang bertakwa lagi salih mengetahui hal ini, niscaya akan mengikuti jejak Ibn Umar. Kalau sudah demikian, pupuslah harapan khalifah mendapatkan kadi yang takwa dan salih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan itu sendiri sebenarnya karena Ibn Umar masih melihat di antara sahabat Rasulullah masih banyak yang salih dan wara’ yang lebih pantas memegang jabatan itu. Ibn Umar sendiri sadar, penolakan itu takkan sampai berakibat jatuhnya posisi kadi ke tangan yang tak pantas memegangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon Khalifah Ketiga. Penerus kekhalifahan Islam sepeninggal Abu Bakar Ash-Shiddiq, adalah Umar ibn Khattab. Khalifah Umar ibn Khattab suatu ketika mendapat serangan mematikan dari Abu Lu’lu’ah. Dalam keadaan terluka parah, sejumlah sahabat menemui Khalifah memberi saran. "Wahai Amirul Mu’minin, bukankah sebaiknya engkau segera menunjuk salah seorang wakil yang akan menggantikan engkau?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah orangnya? Andaikata Abu Ubaidah Ibn Jarrah masih hidup, niscaya aku akan tunjuk dia sebagai pengganti." Salah satu sahabat berkata, "Saya akan menunjukkan nama pengganti itu. Tunjuklah Abdullah ibn Umar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, engkau keliru. Aku tak bermaksud menunjuk orang yang kau usulkan itu. Apa yang kau harapkan dari keluargaku untuk pekerjaan ini, sudah cukuplah dan dari keluargaku aku seorang diri saja yang akan diperiksa Allah dan yang akan ditanya tentang hal-hal mengenai umat Muhamad saw ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Umar terus memburuk, belum juga ada nama penggantinya. Sekali lagi para sahabat menemui Khalifah, mendorong menunjuk calon penerusnya. Khalifah pun memberi nama-nama calon itu. "Hendaklah kamu berpegang teguh kepada calon yang terdiri dari beberapa orang, dan orang yang kucalonkan ini ialah beberapa orang yang sewaktu Rasulullah wafat, beliau rela kepada orang-orang ini, dan orang-orang ini termasuk yang dijanjikan Rasulullah masuk surga. Mereka ialah Ali ibn Abi Thalib, Utsman ibn Affan, Saad ibn Abi Waqqash, Abdurrahman ibn Auf, Thalhah ibn Ubaidillah, dan Abdullah ibn Umar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya masuk juga nama anak Umar ini. Tapi, kata Umar, Ibn Umar hanya berhak memilih, tapi tidak berhak dipilih. Menurut periwayat, Abdullah ibn Umar sampai mendorong terpilihnya Usman ibn Affan dengan pertimbangan, Utsman ibn Affan luas ilmunya, wara’, dan memiliki kelebihan dan keistimewaan. Antara lain, Utsman ibn Affan menjadi suami dari dua anak perempuan Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, dalam masa kepemimpinan Utsman ibn Affan, Abdullah ibn Umar kerap dimintai nasihat. Puncaknya, Utsman meminta Ibn Umar memegang jabatan kadi yang kemudian ditolaknya dengan hujjah, alasan yang kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, Ibn Umar bergairah kala panggilan jihad berkumandang. Tetapi, sungguh suatu kenyataan, ia anti kekerasaan, terlebih ketika yang bertikai adalah sesama golongan Islam. Kendati ia berulangkali mendapat tawaran berbagai kelompok politik untuk menjadi khalifah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan r.a. meriwayatkan, tatkala Utsman ibn Affan terbunuh, sekelompok umat Islam memaksanya menjadi khalifah. Mereka berteriak di depan rumah Ibn Umar, "Anda adalah seorang pemimpin, keluarlah agar kami minta orang-orang berbai’at kepada anda." Tapi Ibn Umar menyahut, "Demi Allah, seandainya bisa janganlah ada walau darah setetas tertumpah disebabkan daku." Massa di luar mengancam. "Anda harus keluar. Atau, kalau tidak kami bunuh di tempat tidurmu." Diancam begitu, Umar tak tergerak. Massa pun bubar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika datang lagi ke sekian kali tawaran menjadi khalifah. Ibn Umar mengajukan syarat, yakni asal ia dipilih seluruh kaum muslimin tanpa paksaan. Jika bai’at dipaksakan sebagian orang atas sebagian lainnya di bawah ancaman pedang, ia akan menolak jabatan khalifah yang dicapai dengan cara semacam itu. Saat itu, sudah pasti syarat ini takkan terpenuhi. Mereka sudah terpecah menjadi beberapa firqah, saling mengangkat senjata pula. Ada yang kesal lantas menghardik Ibn Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak seorang pun lebih buruk perlakuannya terhadap umat manusia, kecuali engkau." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa? Demi Allah tak pernah aku menumpahkan darah mereka, tidak pula aku berpisah dengan jamaah mereka apalagi memecah-mecah persatuan mereka?" saut Ibn Umar heran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandanya kamu mau menjadi khalifah, tak seorang pun akan menentang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tak suka kalau dalam hal ini seorang mengatakan setuju, sedang yang lain tidak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, Ibn Umar menghindari posisi pemimpin tertinggi umat Islam ini. Meski demikian, saat ia berusia lanjut pun harapan orang dipimpin Ibn Umar tetap ada. Ketika Muawiyah II putera Yazid beberapa kali menduduki jabatan khalifah. Datang Marwan menemui Ibn Umar. "Ulurkan tangan Anda agar kami berbaiat. Anda adalah pemimpin Islam dan putra dari pemimpinnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lantas apa yang kita lakukan terhadap orang-orang masyriq?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita gempur mereka sampai mau berbaiat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, aku tak sudi dalam umurku yang tujuhpuluh tahun ini, ada seorang manusia yang terbunuh disebabkan olehku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban ini, Marwan pun berlalu, dan melontarkan syair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Api fitnah berkobar sepeninggal Abu Laila, dan kerajaan akan berada di tangan yang kuat lagi perkasa." Abu Laila yang dimaksudkannya, ialah Muawiyah ibn Yazid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap penolakan Ibn Umar ini karena ia ingin netral di tengah kekalutan para pengikut Ali dan Muawiyah. Sikap itu diungkapkannya dengan pernyataan, "Siapa yang berkata 'Marilah salat’, akan kupenuhi. Siapa yang berkata 'Marilah menuju kebahagiaan’, akan kuturuti pula. Tetapi siapa yang mengatakan 'Marilah membunuh saudaramu seagama dan merampas hartanya’ aku katakan: tidak!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan karena Ibn Umar lemah, tapi karena ia sangat berhati-hati, dan amat sedih umat Islam berfirkah-firkah. Ia tak suka berpihak pada salah satunya. Pernah, Abul 'Ali Al-Barra berada di belakang Ibn Umar tanpa sepengetahuannya. Didengarnya Ibn Umar bicara pada dirinya sendiri, "Mereka letakkan pedang-pedang mereka di atas pundak-pundak lainnya, mereka berbunuhan lalu berkata, hai Abdulah ibn Umar ikutlah dan berikan bantuan. Sungguh menyedihkan." Begitulah, gambaran suasana hati Abdulah ibn Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pada akhirnya, pernah Abdulah ibn Umar berkata, "Tiada sesuatu pun yang kusesalkan karena tak kuperoleh, kecuali satu hal, aku amat menyesal tak mendampingi Ali memerangi golongan pendurhaka." Tapi kemudian, Ibn Umar tak mampu menyetop peperangan, sehigga ia menjauhi semuanya. Seseorang menggugatnya. Mengapa ia tak membela Ali dan pengikutnya kalau ia merasa Ali di pihak yang benar, Abdullah ibn Umar menjawab, "Karena Allah telah mengharamkan atasku menumpahkan darah Muslim." Lalu dibacanya Q.2:193, perangilah mereka itu hingga tak ada lagi fitnah dan hingga orang-orang beragama itu ikhlas semata-mata karena Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Umar melanjutkan, "Kita telah melakukan itu, memerangi orang-orang musyrik hingga agama itu semata bagi Allah. Tetapi sekarang apa tujuan kita berperang? Aku sudah mulai berperang semenjak berhala-berhala memenuhi Masjidil Haram dari pintu sampai ke sudut-sudutnya, hingga akhirnya semua dibasmi Allah dari bumi Arab. Sekarang, apakah aku akan memerangi orang yang mengucapkan "laa ilaaha illallah"? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mendaftar keutamaan sifat-sifat Ibnu Umar, bapak sosiologi Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah mengkritisi Ibnu Umar. Menurutnya Abdullah bin Umar melarikan diri dari urusan kenegaraan karena sifatnya memang senang menghindar dari ikut campur dalam urusan apapun, baik yang boleh maupun yang terlarang. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-1492009264640770288?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/1492009264640770288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abdullah-bin-umar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/1492009264640770288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/1492009264640770288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abdullah-bin-umar.html' title='Abdullah Bin Umar'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-6001552158979237376</id><published>2009-06-05T18:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:39:12.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Abdullah Bin Abbas</title><content type='html'>Abdullah bin Abbas: Muda Usianya, Luas Ilmunya &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya Ghulam, maukah kau mendengar beberapa kalimat yang sangat berguna?” tanya Rasulullah suatu ketika pada seorang pemuda cilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jagalah (ajaran-ajaran) Allah, niscaya engkau akan menda-patkan-Nya selalu menjagamu. Jagalah (larangan-larangan) Allah maka engkau akan mendapati-Nya selalu dekat di hadapanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda cilik itu termangu di depan Rasulullah. Ia memusatkan konsentrasi pada setiap patah kata yang keluar dari bibir manusia paling mulia itu. “Kenalilah Allah dalam sukamu, maka Allah akan mengenalimu dalam duka. Bila engkau meminta, mintalah pada-Nya. Jika engkau butuh pertolongan, memohonlah pada-Nya. Semua hal telah selesai ditulis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang beruntung itu adalah Abdullah bin Abbas. Ibnu Abbas, begitu ia biasa dipanggil. Dalam sehari itu ia menerima banyak ilmu. Bak pepatah sekali dayung tiga empat pula terlam-paui, wejangan Rasulullah saat itu telah memenuhi rasa ingin tahunya. Pelajaran aqidah, ilmu, dan amal sekaligus ia terima dalam sekali pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keakrabannya dengan Rasulullah sejak kecil membuat Ibnu Abbas tumbuh menjadi seorang lelaki berkepribadian luar biasa. Keikhla-sannya seluas padang pasir tempatnya tinggal. Keberanian dan gairah jihadnya sepanas sinar matahari gurun. Kasihnya seperti oase di tengah sahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup bersama dengan Rasulullah benar-benar telah membentuk karakter dan sifatnya. Sebuah kisah menarik melukiskan bagaimana Ibnu Abbas ingin selalu dekat dengan dan belajar dari Rasulullah. Suatu ketika, benaknya dipenuhi rasa ingin tahu yang besar ten-tang bagaimana cara Rasulullah shalat. Malam itu, sengaja ia menginap di rumah bibinya, Maimunah binti Alharits, istri Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang malam ia berjaga, sampai terdengar olehnya Rasulul-lah bangun untuk menunaikan shalat. Segera ia mengambil air untuk bekal wudhu Rasulullah. Di tengah malam buta itu, betapa terkejutnya Rasulullah menemukan Abdullah bin Abbas masih terjaga dan menyediakan air wudhu untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bangga dan kagum membuncah dalam dada Rasulullah. Beliau menghampiri Ibnu Abbas, dan dengan lembut dielusnya kepala bocah belia itu. “Ya Allah, berikan dia keahlian dalam agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir kitab-Mu,” demikian do’a Rasulullah malam itu.&lt;br /&gt;Setelah berwudhu, Rasul kembali masuk ke rumah untuk menunai-kan shalat malam bersama istrinya. Tak tinggal diam, Ibnu Abbas pun ikut menjadi makmumnya. Awalnya ia berdiri sedikit di belakang Rasulullah, kemudian tangan Rasulullah menariknya untuk maju dan hampir sejajar dengan beliau. Tapi kemudian ia mundur ke belakang, kembali ke tempatnya semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat, Rasulullah bertanya pada Ibnu Abbas, kenapa ia melakukan hal itu. “Wahai kekasih Allah dan manusia, tak pantas kiranya aku berdiri sejajar dengan utusan Allah,” jawabnya. Di luar dugaan, Rasulullah tidaklah marah atau menunjukkan raut muka tidak suka. Beliau justru tersenyum ramah menyejukkan hati siapa saja yang melihatnya. Bahkan beliau mengulangi doa yang dipanjatkan saat Ibnu Abbas membawa air untuk berwudhu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Abbas lahir tiga tahun sebelum Rasulullah hij-rah. Saat Rasulullah wafat, ia masih sangat belia, 13 tahun umurnya. Semasa hidupnya Rasulullah benar-benar akrab dengan mereka yang hampir seusia dengan Abdullah bin Abbas. Ada Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan sahabat-sahabat kecil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali Rasulullah meluangkan waktu dan bercanda bersama mereka. Tapi tak jarang pula Rasulullah menasehati mereka.&lt;br /&gt;Saat Rasulullah wafat, Ibnu Abbas benar-benar merasa kehilangan. Sosok yang sejak mula menjadi panutannya, kini telah tiada. Siapa lagi yang menghibur kepedihan di malam dingin dan gelap dengan senyum dan doa yang sejuk tiada tara. Siapa lagi yang menanam semangat saat jiwa layu dan hati lusuh tertutup debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi keadaan seperti itu tak berlama-lama mengharu-biru pera-saannya. Ibnu Abbas segera bangkit dari kesedihannya, iman tak boleh dibiarkan terus menjadi layu. Meski Rasulullah telah berpu-lang, semangat jihad tak boleh berkurang. Maka Ibnu Abbas pun mulai melakukan perburuan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didatanginya sahabat-sahabat senior, ia bertanya tentang apa saja yang mesti ditimbanya. Tak hanya itu, ia juga mengajak sahabat-sahabat lain yang seusianya untuk belajar pula. Tapi sayang, tak banyak yang mengikuti jejak Ibnu Abbas. Sahabat-sahabat Ibnu Abbas merasa tak yakin, apakah sehabat-shabat senior mau memperhatikan mereka yang masih anak-anak ini. Meski demi-kian, hal ini tak membuat Ibnu Abbas patah semangat. Apa saja yang menurutnya belum dipahami, ia tanyakan pada sahabat-sahabat yang lebih tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ketuk satu pintu dan berpindah ke satu pintu rumah saha-bat-sahabat Rasulullah. Tak jarang ia harus tidur di depan pintu para sahabat, karena mereka sedang istirahat di dalam rumahnya. Tapi betapa terkejutnya mereka tatkala menemui Ibnu Abbas sedang tidur di depan pintu rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai keponakan Rasulullah, kenapa tak kami saja yang mene-mui Anda,” kata para sahabat yang menemukan Ibnu Abbas tertidur di depan pintu rumahnya beralaskan selembar baju yang ia bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, akulah yang mesti mendatangi Anda,” kata Ibnu Abbas tegas. Demikiankan kehidupan Ibnu Abbas, sampai kelak ia benar-benar menjadi seorang pemuda dengan ilmu dan pengetahuan yang tinggi. Saking tingginya dan tak berimbang dengan usianya, ada orang yang bertanya tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana Anda mendapatkan ilmu ini, wahai Ibnu Abbas?” &lt;br /&gt;“Dengan lidah dan gemar bertanya, dengan akal yang suka berpikir,” demikian jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketinggian ilmunya itulah ia kerap menjadi kawan dan lawan berdiskusi para sahabat senior lainnya. Umar bin Khattab misalnya, selalu memanggil Ibnu Abbas untuk duduk bersama dalam sebuah musyawarah. Pendapat-pendapatnya selalu didengar karena keilmuannya. Sampai-sampai Amirul Mukminin kedua itu memberikan julukan kepada Ibnu Abbas sebagai “pemuda tua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a Rasulullah yang meminta kepada Allah agar menjadikan Ibnu Abbas sebagai seorang yang mengerti perkara agama telah terwujud kiranya. Ibnu Abbas adalah tempat bertanya karena kege-marannya bertanya. Ibnu Abbas tempat mencari ilmu karena kesukaannya mencari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sahabat utama, Sa’ad bin Abi Waqash pernah berkata tentang Ibnu Abbas. “Tak seorang pun yang kutemui lebih cepat mengerti dan lebih tajam berpikirnya seperti Ibnu Abbas. Ia juga adalah orang yang banyak menyerap ilmu dan luas sifat santunnya. Sungguh telah kulihat, Umar telah memanggilnya saat menghadapi masalah-masalah pelik. Padahal di sekelilingnya masih banyak sahabat yang ikut dalam Perang Badar. Lalu majulah Ibnu Abbas menyampaikan pendapatnya, dan Umar tidak hendak berbuat melebihi apa yang dikatakan Ibnu Abbas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Khalifah Utsman, Ibnu Abbas mendapat tugas untuk pergi berjihad ke Afrika Utara. Bersama pasukan dalam pimpinan Abdullah bin Abi Sarh, ia berangkat sebagai mujahid dan juru dakwah. Di masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, ia pun menawarkan diri sebagai utusan yang akan berdialog dengan kaum khawarij dan berdakwah pada mereka. Sampai-sampai lebih dari 15.000 orang memenuhi seruan Allah untuk kembali pada jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang ke 71 tahun, Allah memanggilnya. Saat itu umat Islam benar-benar kehilangan seorang dengan kemampuan dan pengetahuan yang luar biasa. “Hari ini telah wafat ulama umat,” kata Abu Hurairah menggambarkan rasa kehilangannya. Semoga Allah memberikan satu lagi penggantinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-6001552158979237376?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/6001552158979237376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abdullah-bin-abbas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/6001552158979237376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/6001552158979237376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abdullah-bin-abbas.html' title='Abdullah Bin Abbas'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-6314242843163059435</id><published>2009-06-03T19:17:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T18:38:34.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Abu Bakar As Shidiq</title><content type='html'>Abu Bakar As Shidiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu penduduk muslim benar-benar berkabung. Waktu yang ditakuti, akhirnya datang juga. Saat subuh dini hari, tak seperti biasa. Di mimbar itu biasa Rasulullah berdiri, memimpin shalat subuh berjamaah. Namun kali ini, mimbar itu kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata teduh Rasulullah yang setiap kali menyapa wajah sahabat sebelum shalat, pagi itu tak ada. Rasulullah terserang demam yang sangat parah. Abu Bakar yang menjadi orang kedua setelah Rasulullah telah bersiap-siap menjadi imam pengganti dengan segala keberatan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika hendak menunaikan shalat, terlihat Rasulullah menyibak tirai kamar Aisyah. Sebagian sahabat menangkap hal ini sebagai isyarat bahwa Rasulullah akan memimpin shalat seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar mundur dari mimbar, masuk ke dalam shaf makmun di belakangnya. Tapi dugaan mereka salah. Dari dalam kamar Rasulullah melambaikan tangan, memberi isyarat agar shalat diteruskan dengan Abu Bakar menjadi imam. Dengan gerakan yang sangat lemah Rasulullah menutup kembali tirai jendela dan menghilang di baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh jamaah seperti tercekam hati dan perasaannya. Sudahkah tiba waktunya? Demikian mereka bertanya-tanya dalam hati. Ketika hari beranjak siang, sakit Rasulullah pun bertambah berat. Di sisinya, Fatimah selalu menemani sampai detik-detik terakhir.&lt;br /&gt;"Tak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini." Demikian kata-kata Rasulullah yang sempat dibisikkan pada Fatimah. Lalu pupuslah bunga hidup manusia mulia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar sedih itu cepat sekali menyebar. Umar berdiri menancapkan pedangnya di tengah pasar. "Siapa saja yang berkata Rasulullah telah meninggal, akan aku potong tangan dan kakinya," teriak Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah tidak meninggal, beliau menemui Rabbnya seperti Musa bin Imran pula. Beliau akan kembali menemui kaumnya setelah dianggap meninggal dunia." Kematian Rasulullah seakan-akan tak bisa diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu tempat, di sebuah dataran tinggi, tampak debu mengepul dengan dahsyatnya. Terlihat seekor kuda sedang dipacu dengan kerasnya, di atasnya Abu Bakar dengan wajah cemas tak tertahan. Ia berhenti tepat di depan masjid dan melompat turun masuk ke masjid seperti singa menerkam mangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berkata pada siapa-siapa ia masuk menemui Aisyah dan melihat tubuh yang terbujur di pembaringan dengan kain penutup berwarna hitam. Sebentar dibukanya kain penutup itu, dan ditubrukkan tubuhnya memeluk jasad Rasulullah. Tangisnya meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi ayah ibuku sebagai tebusannya, Allah tidak akan menghimpun pada dirimu dua kematian. Jika saja kematian ini telah ditetapkan pada dirimu, berarti memang engkau sudah meninggal dunia." Abu Bakar berbisik lirih, seakan-akan berkata untuk menyakinkan dirinya sendiri. Kematian Rasulullah sudah digariskan, dan tak satupun mahluk mampu menghapus atau menunda garis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Bakar keluar rumah dan mendapati Umar masih seperti semula, sedang berbicara pada orang-orang di sekelilingnya. "Duduklah wahai Umar," kata Abu Bakar. Namun Umar tetap berdiri seperti karang, tak tergoyahkan. Dan orang-orang mulai menghadapkan wajahnya pada Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali menarik napas panjang, Abu Bakar tampak bersiap-siap akan berkata. "Barang siapa diantara kalian ada yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah meninggal dunia. Tapi jika kalian menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Hidup dan tak pernah meninggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar berhenti sejenak, kemudian melanjutkan lagi. Kini ia melantunan satu ayat, "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlaku sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau terbunuh kalian akan berpaling ke belakang (menjadi murtad)? Barang siapa berpaling ke belakang, maka ia tidak mendatangkan mudharat sedikitpun pada Allah dan Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS Ali Imran: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang terpekur, menundukan kepala dalam-dalam. Andai saja bisa sepertinya mereka hendak membenamkan wajah pada padang pasir yang membantang. Ayat yang dibacakan Abu Bakar telah menyadarkan mereka. Padahal sebelumnya seakan-akan ayat ini tak pernah turun sebelum dibacakan Abu Bakar kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar terjatuh. Kedua kakinya seakan tak sanggup menyangga beban berat badannya. Lututnya tertekuk, tangannya menggapai pasir. Di kemudian hari Umar berkata lagi tentang hari ini, "Demi Allah, setelah mendengar Abu Bakar membaca ayat tersebut aku seperti limbung. Hingga aku tak kuasa mengangkat kedua kakiku, hingga aku tertunduk ke tanah saat mendengarnya. Kini aku sudah tahu bahwa Rasulullah benar-benar sudah meninggal dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Abu Bakar, di saat banyak orang lemah ia berusaha menjadi tegar. Ia seperti sebuah oase bagi musafir di tengah sahara. Ia seperti embun yang mendinginkan saat dada dan kepala sedang terbakar. Abu Bakar adalah telaga kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah hidup Rasulullah dan para sahabat memang telah banyak dituliskan. Namun entah kenapa, ia seperti mata air yang tak pernah kering. Setiap kali dituturkan, setiap kali pula memberikan nuansa baru. Benar-benar tak pernah kering. Begitu pula dengan kisah Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar termasuk pelopor muslim pertama. Ia adalah orang yang mempercayai Rasulullah di saat banyak orang menganggap beliau gila. Abu Bakar termasuk orang yang siap mengorbankan nyawanya, di saat banyak orang hendak membunuh Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama awal Abu Bakar sebenarnya Abdullah bin Abu Quhafah. Dalam literatur lain disebutkan nama Abu Quhafah ini pun bukan nama yang sebenarnya. Usman bin Amir demikian nama lain Abu Quhafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Islam, ia dipanggil dengan sebutan Abdul Ka'bah. Ada cerita menarik tentang nama ini. Ummul Khair, ibunda Abu Bakar sebelumnya beberapa kali melahirkan anak laki-laki. Namun setiap kali melahirkan anak laki-laki, setiap kali pula mereka meninggal. Sampai kemudian ia bernazar akan memberikan anak laki-lakinya yang hidup untuk mengabdi pada Ka'bah. Dan lahirlah Abu Bakar kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Abu Bakar lahir dan besar ia diberi nama lain yang Atiq. Nama ini diambil dari nama lain Ka'bah, Baitul Atiq yang berarti rumah purba. Setelah Islam Rasulullah memanggilnya menjadi Abdullah. Nama Abu Bakar sendiri konon berasal dari predikat pelopor dalam Islam. Bakar berarti dini atau awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak sepeninggal Rasulullah, kaum muslimim mengangkatnya sebagai khalifah pengganti Rasulullah. Tak mengherankan, karena sebelum Rasulullah mangkat pun Abu Bakar telah menjadi orang kedua setelah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sembarang Rasulullah secara tak langsung memilih Abu Bakar menjadi orang kedua beliau. Suatu hari Rasulullah pernah mengabarkan tentang keutamaan sahabat sekaligus mertua beliau ini. "Tak seorangpun yang pernah kuajak masuk Islam yang tidak tersendat-sendat dengan begitu ragu dan berhati-hati kecuali Abu Bakar. Ia tidak menunggu-nunggu atau ragu-ragu ketika kusampaikan hal ini," sabda Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pula yang akhirnya memberikan julukan As Sidiq di belakang nama Abu Bakar yang berarti selalu membenarkan. Abu Bakar memang selalu membenarkan Rasulullah, tanpa sedikitpun keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika peristiwa Isra' mi'raj, Abu Bakar adalah orang pertama yang percaya saat Rasulullah menyampaikan hal itu. Tanpa setitikpun keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar hanya sebentar memegang kendali pemerintahan Islam setelah Rasulullah. Ia wafat dalam keadaan sakit. Meski banyak yang bilang kematiannya akibat diracun, namun hal itu tidak didukung data yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada detik-detik akhir hidupnya Abu Bakar menuliskan sebuah wasiat untuk semua yang ditinggalkan. Demikian isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bismillahirrahmanirrahim. Inilah pesan Abu Bakar bin Abu Quhafah pada akhir hayatnya dengan keluarnya dari dunia ini, untuk memasuki akhirat dan tinggal di sana. Di tempat ini orang kafir akan percaya, orang durjana akan yakin dan orang yang berdusta akan membenarkan. Aku menunjuk penggantiku yang akan memimpin kalian adalah Umar bin Khattab. Patuhi dan taati dia. Aku tidak akan mengabaikan segala yang baik sebagai kewajibanku kepada Allah, kepada Rasulullah, kepada agama, kepada diriku dan kepada kamu sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dia berlaku adil, itulah harapanku, dan itu pula yang kuketahui tentang dia. Tetapi kalau dia berubah, maka setiap orang akan memetik hasil dari perbuatannya sendiri. Yang kuhendaki ialah yang terbaik dan aku tidak mengetahui segala yang gaib. Dan orang yang dzalim akan mengetahui perubahan yang mereka alami. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu." Semoga Allah merahmati dan menempatkan pada sisi yang terbaik. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-6314242843163059435?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/6314242843163059435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abu-bakar-as-shidiq-hari-itu-penduduk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/6314242843163059435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/6314242843163059435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/abu-bakar-as-shidiq-hari-itu-penduduk.html' title='Abu Bakar As Shidiq'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-5174957311575100758</id><published>2009-06-03T18:29:00.001-07:00</published><updated>2009-06-03T19:21:11.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Teladan'/><title type='text'>Nabi Khidir</title><content type='html'>Khidhr ...oh....Khidhr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih hidupkah Khidhr ? Entahlah, saya memang mendengar cerita seorang 'alim&lt;br /&gt;yang mengaku berjumpa Khidhr. Nama Khidhr memang sudah terlanjur melegenda,&lt;br /&gt;meskipun al-Qur'an sendiri tidak pernah menyebut nama Khidhr secara&lt;br /&gt;terang-terangan. Al-Qur'an melukiskan Khidhr dengan "...seorang hamba di&lt;br /&gt;antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi&lt;br /&gt;Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." (QS 18:65)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan redaksi yang digunakan al-Qur'an. Ternyata, Khidhr atau apapun&lt;br /&gt;nama beliau hanyalah satu dari sekian banyak hamba Allah yang telah diberi&lt;br /&gt;rahmat dan ilmu. Boleh jadi banyak sekali hamba Allah yang punya kelebihan&lt;br /&gt;seperti Khidhr, tetapi Allah tidak beritakan kepada kita atau kita memang&lt;br /&gt;tidak mengetahuinya. Tapi itulah Khidhr, sebuah nama yang terlanjur&lt;br /&gt;melegenda dan menyimpan misteri yang tak kunjung habis dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat al-Kahfi diceritakan bagaimana Nabi Musa ingin berguru dengan&lt;br /&gt;Khidhr. Khidhr semula menolak, namun Musa terus mendesak. Perhatikan redaksi&lt;br /&gt;al-Qur'an ketika mengutip penolakan Khidhr, "Sesungguhnya kamu sekali-kali&lt;br /&gt;tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas&lt;br /&gt;sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"&lt;br /&gt;(QS 18:67-68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khidhr menolak Musa bukan dengan argumen bahwa Musa itu bodoh atau malas.&lt;br /&gt;Khidhr menolak Musa karena Musa tidak akan bisa bersikap sabar. Soalnya,&lt;br /&gt;kata Khidhr, bagaimana kamu bisa sabar pada persoalan yang kamu tidak punya&lt;br /&gt;ilmu tentangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang terjadi. Musa selalu memprotes dan menyalah-nyalahkan&lt;br /&gt;perbuatan Khidhr yang, dipandang dari sudut pengetahuan Musa, merupakan&lt;br /&gt;perbuatan yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, kita jarang mau belajar dari kisah Khidhr dan Musa ini. Seringkali&lt;br /&gt;kita sebar kata "sesat", "kafir", "menyimpang", "bid'ah" kepada&lt;br /&gt;saudara-saudara kita, yang dipandang dari sudut pengetahuan yang kita&lt;br /&gt;miliki, melakukan kesalahan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi emosional, kita menjadi tidak sabar. Pada saat itu, ada baiknya&lt;br /&gt;kita ingat kembali kisah Khidhr dan Musa. Kisah Khidhr mengajarkan kepada&lt;br /&gt;kita bahwa kesabaran merupakan lambang tingginya pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-5174957311575100758?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/5174957311575100758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/nabi-khidir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/5174957311575100758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/5174957311575100758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/nabi-khidir.html' title='Nabi Khidir'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-8257325300899896002</id><published>2009-06-03T02:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:55:01.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Space Buddies (2009) DVDRip</title><content type='html'>&lt;a title="Space Buddies (2009) DVDRip" href="http://udhexz.blogspot.com/" target="_self"&gt;&lt;img src="http://img529.imageshack.us/img529/3902/spacebud.jpg" alt="Space Buddies (2009) DVDRip" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Directors&lt;/span&gt; : Robert Vince&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Writers (WGA)&lt;/span&gt; : Kevin DiCicco (character "Air Bud"), Robert Vince (written by)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Release Date&lt;/span&gt; : 3 February 2009 (USA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Genre&lt;/span&gt; : Family, Sci-Fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tagline&lt;/span&gt; : One Small Step For Dog. One Giant Leap For Dogkind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;www.imdb.com/title/tt1164647&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Space Buddies (2009) DVDRip&lt;/span&gt; via :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;|indowebster| :&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www45.indowebster.com/0ff258afede5eca750f52ebb1c29111a.avi"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/4960738/Space.Buddies.2009.DVDRiP.XviD.en.rar.html"&gt;Subtitle Eng&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-8257325300899896002?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/8257325300899896002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/space-buddies-2009-dvdrip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8257325300899896002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8257325300899896002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/space-buddies-2009-dvdrip.html' title='Space Buddies (2009) DVDRip'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-4857555424064631426</id><published>2009-06-03T02:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:49:43.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>The Happening (2008)</title><content type='html'>&lt;a title="The Happening (2008)" href="http://udhexz.blogspot.com/" target="_self"&gt;&lt;img src="http://img40.imageshack.us/img40/8020/happeni.jpg" alt="The Happening (2008)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Directors&lt;/span&gt; : M. Night Shyamalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Writers (WGA)&lt;/span&gt; : M. Night Shyamalan (written by)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Release Date&lt;/span&gt; : 11 June 2008 (Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Genre&lt;/span&gt; : Drama, Horror, Mystery, Sci-Fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tagline&lt;/span&gt; : We've Sensed It. We've Seen The Signs. Now... It's Happening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Plot&lt;/span&gt; : A strange, horrible and unprecedented crisis begins in Central Park. A high school science teacher, his wife and a young girl do what they can to survive it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;www.imdb.com/title/tt0949731&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Happening (2008)&lt;/span&gt; via :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;|indowebster| :&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www43.indowebster.com/6ea66a7c66392a46d0936b5df48df41b.avi"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www43.indowebster.com/736d6f651d84aec8c62ca105f5eb2b30.srt"&gt;Subtitle Ind&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-4857555424064631426?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/4857555424064631426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/happening-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4857555424064631426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4857555424064631426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/happening-2008.html' title='The Happening (2008)'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-5721207700432454054</id><published>2009-06-03T02:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:42:10.344-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>A Jihad For Love</title><content type='html'>&lt;a title="A Jihad for Love (2007)" href="http://udhexz.blogspot.com/" target="_self"&gt;&lt;img src="http://img207.imageshack.us/img207/8341/ajihadforlove.jpg" alt="A Jihad for Love (2007)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Directors&lt;/span&gt; : Parvez Sharma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Writers : Parvez Sharma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genre : Documentary&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plot : A documentary on gay, lesbian, and transgender Muslims across the Muslim and Western worlds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.imdb.com/title/tt0780046&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homepage : www.ajihadforlove.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download A Jihad for Love (2007) via :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;|indowebster| :&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www44.indowebster.com/8efd6407a31ee11627a6a47362877bd4.avi"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/4754743/a.jihad.for.love.2007.dvdrip.xvid.zip.html"&gt;subtitle eng&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-5721207700432454054?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/5721207700432454054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/jihad-for-love-2007-directors-parvez.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/5721207700432454054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/5721207700432454054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/jihad-for-love-2007-directors-parvez.html' title='A Jihad For Love'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-2955431111282412920</id><published>2009-06-03T02:30:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:57:36.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>20 Years After</title><content type='html'>&lt;a title="20 Years After (2008) DVDRip" href="http://udhexz.blogspot.com/" target="_self"&gt;&lt;img style="width: 300px; height: 386px;" src="http://img91.imageshack.us/img91/9415/20years.jpg" alt="20 Years After (2008) DVDRip" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Directors&lt;/span&gt; : Jim Torres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Writers &lt;/span&gt; : Ron Harris (writer), Jim Torres (writer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Release Date&lt;/span&gt; : 2008 (USA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Genre&lt;/span&gt; : Drama, Fantasy, Sci-Fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tagline&lt;/span&gt; : After the Bombs. After the Plagues. Before the Unknown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Plot&lt;/span&gt; : Everything that could go wrong did go wrong: War, Terrorism, Natural Disasters. Evacuees were ushered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;www.imdb.com/title/tt0825279&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;20 Years After (2008) DVDRip&lt;/span&gt; via :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;|indowebster| :&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://www28.indowebster.com/2b493d4c96196a4f555fbdad67be066d.avi"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://www.ziddu.com/download/4615445%20_%20/20.Years.After.2008.DVDRip.Xvid.zip.html"&gt;Subtitle Eng&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-2955431111282412920?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/2955431111282412920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/directors-jim-torres-writers-ron-harris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/2955431111282412920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/2955431111282412920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/directors-jim-torres-writers-ron-harris.html' title='20 Years After'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-2738342964230858221</id><published>2009-06-03T02:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:55:35.925-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Perempuan Berkalung Sorban</title><content type='html'>&lt;a title="Perempuan Berkalung Sorban (2009)" href="http://udhexz.wordpress.com/" target="_self"&gt;&lt;img src="http://img172.imageshack.us/img172/6263/perempuanberkalungsorba.jpg" alt="Perempuan Berkalung Sorban (2009)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis Film :&lt;/span&gt; Drama&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produser  :&lt;/span&gt; Hanung Bramantyo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produksi :&lt;/span&gt; Starvision&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemain :&lt;/span&gt; Revalina S. Temat, Joshua Pandelaki, Widyawati, Oka Antara, Reza Rahadian, Ida Leman, Tika Putri&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sutradara :&lt;/span&gt; Hanung Bramantyo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penulis :&lt;/span&gt; Hanung Bramantyo, Ginatri S. Noor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah kisah pengorbanan seorang perempuan, Seorang anak kyai Salafiah sekaligus seorang ibu dan isteri. Anissa (Revalina S Temat), seorang perempuan dengan pendirian kuat, cantik dan cerdas. Anissa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di pesantren Salafiah putri Al Huda, Jawa Timur yang konservatif. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Qur’an, Hadist dan Sunnah. Buku modern dianggap menyimpang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pesantren Salafiah putri Al Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim dimana pelajaran itu membuat Anissa beranggapan bahwa Islam membela laki-laki, perempuan sangat lemah dan tidak seimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi protes Anissa selalu dianggap rengekan anak kecil. Hanya Khudori (Oka Antara), paman dari pihak Ibu, yang selalu menemani Anissa. Menghiburnya sekaligus menyajikan ‘dunia’ yang lain bagi Anissa. Diam-diam Anissa menaruh hati kepada Khudori. Tapi cinta itu tidak terbalas karena Khudori menyadari dirinya masih ada hubungan dekat dengan keluarga Kyai Hanan (Joshua Pandelaky), sekalipun bukan sedarah. Hal itu membuat Khudori selalu mencoba membunuh cintanya. Sampai akhirnya Khudori melanjutkan sekolah ke Kairo. Secara diam-diam Anissa mendaftarkan kuliah ke Jogja dan diterima tapi Kyai Hanan tidak mengijinkan, dengan alasan bisa menimbulkan fitnah, ketika seorang perempuan belum menikah berada sendirian jauh dari orang tua. Anissa merengek dan protes dengan alasan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Anissa malah dinikahkan dengan Samsudin (Reza Rahadian), seorang anak Kyai dari pesantren Salaf terbesar di Jawa Timur. Sekalipun hati Anissa berontak, tapi pernikahan itu dilangsungkan juga. Kenyataan Samsudin menikah lagi dengan Kalsum (Francine Roosenda). Harapan untuk menjadi perempuan muslimah yang mandiri bagi Anissa seketika runtuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kiprahnya itu, Anissa dipertemukan lagi dengan Khudori. Keduanya masih sama-sama mencintai.…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;www.21cineplex.com/perempuan-berkalung-sorban,movie,2004.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;strong&gt;Perempuan Berkalung Sorban (2009)&lt;/strong&gt; via :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;|indowebster| : &lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://www36.indowebster.com/6d2b6f8d7ff88d7628812aaddc58fa3b.mkv"&gt;DOWNLOAD (MKV)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-2738342964230858221?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/2738342964230858221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/perempuan-berkalung-sorban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/2738342964230858221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/2738342964230858221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/perempuan-berkalung-sorban.html' title='Perempuan Berkalung Sorban'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-4382752357217148500</id><published>2009-06-03T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:57:15.572-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Detective Conan : Kudo's Shinichi's Written Challenge 2006</title><content type='html'>&lt;a title="Detective Conan: Kudo Shinichi’s Written Challenge (2006)" href="http://udhexz.blogspot.com/" target="_self"&gt;&lt;img style="width: 300px; height: 429px;" src="http://img198.imageshack.us/img198/4421/conanedo.jpg" alt="Detective Conan: Kudo Shinichi’s Written Challenge (2006)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Directors&lt;/span&gt; : Koichi Okamoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Writers &lt;/span&gt; : Gôshô Aoyama (writer), Mutsuki Watanabe (writer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Release Date&lt;/span&gt; : 2 October 2006 (Japan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Genre&lt;/span&gt; : Crime, Drama, Mystery&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tagline&lt;/span&gt; : "Sayonara Made no Prologue" ("The Good-bye Prologue")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Plot&lt;/span&gt; : Meitantei Conan is the live-action prequel to the current Meitantei Conan franchise. It's set before Shinichi was shrunk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;www.imdb.com/title/tt0888242&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Detective Conan: Kudo Shinichi’s Written Challenge (2006)&lt;/span&gt; via :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;|indowebster| : &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://http//www31.indowebster.com/0909c778640f12fc67df6d740d71a22a.avi"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-4382752357217148500?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/4382752357217148500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/detective-conan-kudos-shinichis-written.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4382752357217148500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4382752357217148500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/06/detective-conan-kudos-shinichis-written.html' title='Detective Conan : Kudo&apos;s Shinichi&apos;s Written Challenge 2006'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-1725681776911876312</id><published>2009-05-04T21:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:20:57.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Push</title><content type='html'>&lt;a title="Push (2009) HDTVRip" href="http://udhexz.blogspot.com/" target="_self"&gt;&lt;img src="http://img145.imageshack.us/img145/6601/pushu.jpg" alt="Push (2009) HDTVRip" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Directors&lt;/span&gt; : Paul McGuigan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Writers (WGA)&lt;/span&gt; : David Bourla (written by)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Release Date&lt;/span&gt; : 4 March 2009 (Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Genre&lt;/span&gt; : Sci-Fi, Thriller&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tagline&lt;/span&gt; : One push can change everything.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Plot&lt;/span&gt; : Two young Americans with special abilities must race to find a girl in Hong Kong before a shadowy government organization called Division does.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Here...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://www40.indowebster.com/4917ea298b89dfffc22b7c3a2058daed.avi"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; - &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://www43.indowebster.com/84c94650b260d88b971c75d82b92e954.rar"&gt;Subtitle En&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-1725681776911876312?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/1725681776911876312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/05/push.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/1725681776911876312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/1725681776911876312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/05/push.html' title='Push'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-4199385188503633127</id><published>2009-05-04T21:12:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:21:27.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Impact</title><content type='html'>&lt;a title="Impact (2008) DVDRip" href="http://udhexz.blogspot.com/" target="_self"&gt;&lt;img src="http://img411.imageshack.us/img411/9929/impactg.jpg" alt="Impact (2008) DVDRip" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Directors&lt;/span&gt; : Mike Rohl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Writers (WGA)&lt;/span&gt; : Michael Vickerman (written by)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Genre&lt;/span&gt; : Action, Adventure, Sci-Fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tagline&lt;/span&gt; : Get ready to experience the dark side of the moon!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Plot&lt;/span&gt; : While the entire world watches the largest meteor shower in 10,000 years, a rogue asteroid, hidden by the meteor field...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Here...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://www31.indowebster.com/40803406847788d48140deeca6d65b56.avi"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-4199385188503633127?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/4199385188503633127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/05/impact.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4199385188503633127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/4199385188503633127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/05/impact.html' title='Impact'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1158756286510020328.post-8931850339016429161</id><published>2009-05-04T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:21:49.053-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Laskar Pelangi</title><content type='html'>&lt;a title="Laskar Pelangi (2008)" href="http://udhexz.wordpress.com/" target="_self"&gt;&lt;img style="width: 300px; height: 424px;" src="http://img242.imageshack.us/img242/2783/laskarpel.jpg" alt="Laskar Pelangi (2008)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post hentry"&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis Film :&lt;/span&gt; Drama&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produser  :&lt;/span&gt; Mira Lesmana&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produksi :&lt;/span&gt; Miles Films &amp;amp; Mizan Production&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Homepage :&lt;/span&gt; www.laskarpelangithemovie.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemain :&lt;/span&gt; Cut Mini, Ikranagara, Tora Sudiro, Slamet Rahardjo, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sutradara :&lt;/span&gt; Riri Riza&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penulis :&lt;/span&gt; Salman Aristo, Riri Riza, Mira Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kembali harus menghadapi tantangan yang besar. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Film ini dipenuhi kisah tentang kalangan pinggiran, dan kisah perjuangan hidup menggapai mimpi yang mengharukan, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="post-labels"&gt;&lt;a href="http://udhexz.blogspot.com/search/label/Movie%20Indonesia" rel="tag"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Klik Disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;a href="http://www.indowebster.com/Laskar_Pelangi_DVDRIP_Part_01.html"&gt;Download Disc 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indowebster.com/Laskar_Pelangi_DVDRIP_Part_02.html"&gt;Download Disc 2&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1158756286510020328-8931850339016429161?l=wafisheva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wafisheva.blogspot.com/feeds/8931850339016429161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/05/laskar-pelangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8931850339016429161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1158756286510020328/posts/default/8931850339016429161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wafisheva.blogspot.com/2009/05/laskar-pelangi.html' title='Laskar Pelangi'/><author><name>Wafi Sheva Mubarok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987309116902824587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_E0_zhd4dlao/Sf_zzgHTn0I/AAAAAAAAAAU/cqbodHwM724/S220/detectiveConan_CD_GZCA-7083_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
